Geladah Rumah Kadis PUPR, Temukan Kwitansi Toko Bangunan

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com – Selama kurang lebih 2 jam, tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kediaman Kepala Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung, Sutrisno yang berada di Dusun Jeli RT 05/RW01 Desa Jeli Kecamatan Karangrejo pada Selasa (3/7). Tim KPK hanya menemukan beberapa kwitansi dari toko bangunan. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Urusan Pemerintahan Desa Jeli, Jumari yang ikut mendampingi tim anti rasuah dalam melaksanakan penggeledahan dirumah kadin tersebut.

Jumari mengatakan, penggeledahan dilakukan di setiap sudut rumah milik Kadis PUPR dimulai pukul 10.30 WIB. Dia hanya diminta menjadi saksi dalam penggeledahan rumah tersebut. Penggeledahan mulai dari kamar mandi hingga empat ruangan meliputi kamar pribadi Sutrisno dan kamar tidur anakknya. “Tadi keliatannya yang ditemukan hanya kwitansi toko bangunan, dan itu tidak dibawa hanya difoto saja,” katanya.

Disinggung siapa penghuni rumah ketika dilakukan penggeledahan oleh KPK, kata Jumari, rumah tersebut hanya dihuni oleh anak dan dua pembantu rumah tangga. Sedangkan ibu Sutrisno tidak berada ditempat. “Hanya ada dua dua pembantu dan satu anaknya,” jelasnya.

Di waktu yang bersamaan tim KPK juga menggeledah rumah Kabid Jembatan dan Jalan, Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung, Sukarji di Dusun Maron, Desa/Kecamatan Boyolangu.  Sekitar 6 anggota tim KPK datang pukul 10.30 WIB dengan tiga mobil. Tim sempat memberi tahu perangkat desa sebelum penggeledahan dilakukan tanpa adanya Sukarji.

Tidak lama kemudian, Sukarji pulang dengan diantar mobil pick up berplat merah sekitar pukul 10.45 WIB. Selama tim KPK bekerja, rumah Sukarji dalam keadaan tertutup. Diduga, Sukarji turut diperiksa oleh tim KPK di samping melakukan penggeledahan. Sementara satu tim dari Polres Tulungagung berjaga di depan rumah bercat hijau ini. Sekitar pukul 15.35 WIB personel tim KPK keluar dari kediaman Sukarji dengan satu kardus besar hasil sitaan KPK yang diduga berisi berkas.

Informasi yang didapat dari warga, istri dan anak Sukarji ada di dalam rumah selama penggeledahan. Rumah Sukarji ini merupakan titik kedua yang diperiksa KPK. “Tadi Pak Sukarji dan istrinya ada di dalam rumah kok,” kata Mujiatin warga sekitar yang turut menyaksikan dari depan rumah Sukarji.

Penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik KPK merupakan agenda lanjutan pasca operasi tangkap tangan (OTT) pada 6 Juni 2018 lalu. Dalam OTT itu, KPK menangkap Kepala Dinas PUPR Sutrisno, Agung dari unsur swasta, dan Susilo Prabowo alias Embun kontraktor asal Blitar. Dalam pengembangan KPK juga menahan calon bupati petahana Tulungagung Syahri Mulyo.

Syahri diduga menerima suap Rp2,5 miliar untuk proyek infrastruktur jalan. Meski berstatus tersangka, Syahri Mulyo yang merupakan pasangan Cawabup Maryoto Bhirowo memenangkan Pilkada Tulungagung, dengan perolehan sementara 355.000 suara atau sekitar 60,10 persen.

Sedangkan paslon nomor urut satu yakni Margiono – Eko Prisdianto mendulang suara sebanyak 235.702 suara atau sekitar 39,90 persen. Itu berdasarkan hasil rekapitulasi sementara tingkat PPK atau kecamatan.

Reporter : Deny Trisdianto

Editor: Della Cahaya Praditasari