Gejolak Brexit Ancam Pound

Share this :

London, koranmemo.com – Pound dihantam oleh kekacauan politik pada hari Selasa (3/9) ketika Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menderita revolusi parlemen yang mencegah Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan untuk melindungi ekonomi Inggris.

Pada awal perdagangan London, Mata Uang Inggris itu telah turun di bawah $ 1,20 ke level terendah dalam hampir tiga tahun di tengah meningkatnya ketidakpastian tentang masa depan Brexit dan pembicaraan tentang pemilihan umum Inggris ketiga dalam empat tahun.  Mata uang turun sebanyak 0,9% menjadi $ 1,196, yang mana terlemah sejak ledakan flash misterius yang terjadi pada Oktober 2016.

Poundsterling kemudian pulih untuk dapat diperdagangkan sebesar $ 1,209 setelah anggota parlemen oposisi dan 21 anggota parlemen Konservatif memenangkan suara yang memberi mereka kesempatan untuk membuat undang-undang yang mencegah Johnson membawa Inggris keluar dari Uni Eropa (UE) tanpa kesepakatan pada 31 Oktober 2019.

Johnson telah berjanji untuk memberlakukan Brexit pada akhir bulan depan (31/10) entah dia mendapatkan kesepakatan dengan para pemimpin UE ataupun tidak.  Anggota parlemen oposisi dan beberapa anggota partainya sendiri khawatir bahwa berpisah dengan UE tanpa kesepakatan akan menyebabkan kerusakan besar pada ekonomi Inggris.

Anggota parlemen berhasil dalam mengambil kendali agenda parlemen pada Selasa malam (3/9) sehingga mereka dapat mencoba untuk mengeluarkan undang-undang yang melarang Brexit “tidak ada kesepakatan”, kecuali jika disetujui oleh pemungutan suara berikutnya di parlemen.

Tetapi Johnson menanggapi kekalahan pemerintahnya dengan mengatakan ia akan berusaha untuk mengadakan pemilihan awal.  Media Inggris yang dilansir CNN melaporkan Senin bahwa pemilihan dapat diadakan pada 14 Oktober.

Penerjemah: Chantika Rahmi

Editor Achmad Saichu