Geger Proyek Tol di Nganjuk: Lahan Dihargai Murah, Warga Demo

Nganjuk, koranmemo.com  – Puluhan warga pemilik lahan yang merupakan warga Desa Putren Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk, melakukan aksi demo sebagai wujud penolakan harga pembebasan lahan untuk proyek tol, Selasa (25/9). Massa menilai harga Rp 177 ribu per meter persegi yang ditawarkan PPK untuk pembebasan lahan sangat tidak layak, dan warga bersikukuh meminta harga Rp 600 ribu per meter persegi.

Dalam orasinya, demonstran  meminta kepada pihak PPK untuk mengkaji ulang harga yang diberikan kepada warga untuk pembebasan lahan. Massa menilai harga yang ditawarkan saat ini jauh sekali dari harga normal pada umumnya.

Subeki, Ketua aksi menyampaikan, pihaknya tidak akan pernah berhenti untuk terus berjuang meminta keadilan. Ia menilai harga pembebasan lahan yang ditawarkan oleh PPK sangat tidak masuk akal. Bahkan, iapun mengancam untuk terus melakukan perlawanan jika tuntutan massa tidak dikabulkan.

“Kami minta keadilan, kami minta Rp 600 ribu per meter persegi seperti yang disampaikan bapak presiden, cuma itu saja. Sekarang kita hanya diberi Rp 177 ribu per meter persegi, mana ada harga tanah segitu di sini. Kalau mereka tetap memaksa kami akan terus melakukan perlawanan, sampai tuntutan kami diberikan,” tuntutnya.

Subeki memaparkan, ada 54 bidang lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan proyek tol. Namun sampai saat ini tidak ada warga yang sepakat dengan harga yang ditawarkan tersebut. Dia meminta kepada semua pihak yang berkepentingan agar mendengar tuntutan mereka.

“Sampai saat ini tidak ada warga yang sepakat, dan memang belum ada kesepakatan. Kami tetap akan minta keadilan,” tandasnya.

Sementara itu, Suprijo, PPK Tol menjelaskan, selama ini pihaknya telah melakukan pengkajian dan menjalankan semua mekanisme yang ada sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku. Iapun mengklaim telah melakukan penilaian dan menyampaikan kepada warga.

“Itu namanya musyawarah penyampaian harga. Di dalam musyawarah tersebut, kalau ada yang keberatan dari appraisal yang ditetapkan, disarankan untuk mengajukan gugatan ke pengadilan,” ujarnya.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date