Gawat Lho…, Pernikahan Dini Hampir 100 Persen Akibat MBA

Share this :

Kediri, Koranmemo.com – Pernikahan anak dibawah umur atau sering disebut pernikahan dini di Kota Kediri cukup tinggi. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Kota Kediri, sepanjang 2016 terdapat 37 pengajuan dispensasi nikah anak di bawah umur. Pada 2017 terdapat 32 pengajuan. Memasuki 2018 hingga Februari, PA menerima 8 pengajuan dispensasi nikah dini.

Katimun, Wakil Panitera PA Kota Kediri, mengatakan, mayoritas faktor yang mendominasi terjadinya pernikahan dini lantaran hamil diluar nikah atau married by accident (MBA). Dari sebanyak 77 pengajuan dispensasi nikah pada 2016 hingga Febuari 2018, hampir 99 persen disebabkan MBA.

“Mereka ini mayoritas hamil di luar nikah, meskipun ada juga faktor lainnya. Namun itu kemungkinannya kecil,” ujarnya Kamis (15/3).

Pada 2016, dari sebanyak 37 pengajuan dispensasi nikah, sebut Katimun, sudah mengabulkan secara keseluruhan. Sementara pada 2017, dari jumlah pengajuan yang diputus sebanyak 26 pengajuan.

“Sisanya 6 pengajuan diakumulasikan tahun berikutnya. Pada 2018 hingga Febuari, ada dua pengajuan sehingga totalnya 8 kasus. Sebanyak lima pengajuan sudah di putus. Karena harus melewati tahapan,” jelasnya.

Rata-rata yang menikah di usia dini berasal dari jenjang pendidikan tingkat SMP dan SMA baik negeri maupun swasta. Mayoritas usia antara 14 hingga 15 tahun.

Berdasarkan ketentuan Undang- undang nomor 14 tahun 1974 tentang perkawinan menyebutkan, batasan menikah untuk laki-laki berumur 19 tahun dan perempuan berumur 16 tahun. “Jika dibawah umur itu harus mendapatkan dispensasi dari pengadilan,” imbuhnya.

Kendati demikian, sebut dia, terdapat ketentuan untuk mendapatkan dispensasi nikah di bawah umur. Salah satunya, jika masih sekolah harus menyertakan lampiran sudah keluar sekolah. Syarat lainnya adalah tidak ada hubungan nasab, tidak ada pinangan dari orang lain dan tidak ada hubungan sesusuhan.

“Seperti nikah pada umumnya. Namun untuk anak di bawah umur harus menunjukkan bukti jika anak itu sudah keluar sekolah. Kecuali kuliah, karena aturannya berbeda,” kata Katimun.

Sebab itu, dia mengimbau orang tua dan masyarakat untuk bersama menjaga putra dan putrinya. Karena, faktor yang melatarbelakangi banyaknya pernikahan dini, salah satu faktor yang mendominasi adalah pergaulan bebas. “Karena untuk mendapatkan dispensasi itu harus ada latar belakangnya,” pungkasnya.

Reporter: Angga Prasatya

Editor: Gimo Hadiwibowo

Follow Untuk Berita Up to Date