Garam Langka, Ini Dampaknya bagi Produsen Es Drop Blitar

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Kelangkaan garam yang terjadi dihampir seluruh Nusantara  membuat beberapa produsen pabrik es di wilayah Blitar mulai mengeluh.  Tak terkecuali Edy Santoso (40) pengusaha es drop ” Murni” warga Jalan Irian Kota Blitar. Dia  mengeluhkan merasa aneh jika garam saat ini langka dan mahal. Menurutnya karena Indonesia merupakan negara dengan pantai terpanjang dan penghasil garam, sangat aneh kalau garam langka. Kalaupun ada, harganya melambung.

Edy Santoso mengeluhkan harga garam yang terus meroket. Pada Januari lalu harga normal di pasaran pada kisaran Rp 70.000 /sak. Namun pada Juli naik menjadi Rp 270.000/sak. ”Kenaikan harga ini yang kami rasakan,hal ini membuat daya tahan berkurang,kalau pakai garam 10 menit di luar kuat tetapi saat ini hanya 3 menit, Itu pun saat ini garam jarang dan langka dicari. Kalaupun ada, mahal, tapi apa boleh buat, kami harus beli,” ujar nya.

Diungkapkan biasanya memasak 700 batang es drop hanya membutuhkan waktu 25 menit, tetapi sekarang tidak pakai garam membutuhkan waktu 40 menit.

Tentu saja dengan kelangkaan ini membuat dampak penjualan dan produksi sangat berkurang banyak. Maka dari itu dirinya berharap agar kelangkaan ini segera bisa teratasi.

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *