Gara-gara Ini, Pemuda Tampan Panjat Tower Setinggi 72 Meter

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com -Warga Kelurahan Kedungsuko Kecamatan Tulungagung mendadak gempar pada Kamis (13/9) pagi. Pasalnya, salah satu warganya yakni Samsul Bahri (22) memanjat tower milik Telkomsel setinggi 72 meter. Diduga, pemuda berwajah tampan tersebut mengalami depresi sejak kematian ibunya dua tahun silam.

Meski tidak mengakibatkan korban jiwa, namun aksi tersebut sempat menyita perhatian ratusan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di jalan desa masuk Kelurahan Kedungsuko karena membutuhkan waktu hampir tiga jam untuk membujuknya.

Berdasarkan pantauan koranmemo.com, puluhan petugas dari berbagai instansi yakni dari Polsek Tulungagung Kota, Polres Tulungagung, Koramil, Pemadam Kebakaran (Damkar), Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Public Safety Center (PSC) RSUD dr Iskak sudah stand by di lokasi.

Selain itu ratusan warga juga sudah bergerombol di area lokasi.

Tampak Samsul Bahri berada di ujung tower di ketinggian sekitar 72 meter. Saat itu Samsul Bahri terlihat duduk-duduk santai dengan menggerak-gerakkan kedua kakinya dan sesekali melihat ke bawah. Tampak dibawahnya di ketinggian sekitar 10 meter seseorang yang bernama Indra (32) terus meneriaki dan membujuk Samsul Bahri agar bersedia turun.

Pemandangan tersebut cukup membuat tegang warga dan petugas yang berada di bawah. Pasalnya meski kondisi cuaca tidak terlalu panas namun di atas hembusan angin cukup kencang. Hal tersebut terlihat dari kaos yang dikenakannya terus bergerak.

Selain itu, semakin tinggi posisi seseorang dari daratan maka ketersediaan oksigen juga semakin berkurang.  Warga dan petugas kawatir jika kondisi Samsul Bahri semakin melemah maka akan sangat membahayakan.

Saat itu Indra terus berupaya membujuk Samsul Bahri dengan berbagai cara seperti menawarkan rokok, mengajak ke warung kopi, hingga mengatakan listrik di rumahnya padam gara-gara Samsul Bahri berada di tower. Pelan tapi pasti rayuan tersebut terbukti berhasil dan Samsul Bahri akhirnya turun hingga di ketinggian sekitar 25 meter, namun Samsul Bahri menetap di situ sekitar 45 menit.

Berbagai upaya pun terus dilakukan Indra untuk merayunya.

Sementara jumlah warga yang menyaksikan dari bawah terus bertambah ,akhirnya petugas pun meminta warga untuk menjauhi atau meninggalkan lokasi. Langkah ini ternyata cukup manjur. Sekitar pukul 11.45 WIB akhirnya Samsul Bahri turun dan langsung dipeluk oleh Indra dan Fatur kemudian dibawa ke rumahnya yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari lokasi.

Saat diminta keterangannya oleh awak media Fatur kakak korban mengatakan, semenjak kematian ibunya dua tahun silam memang ada perubahan sikap pada Samsul Bahri. Saat itu Samsul Bahri sangat terpukul dan terlihat sering merenung.“Dari kecil memang dekat sekali dengan ibu,” katanya.

Fatur melanjutkan, setelah ibunya meninggal praktis Samsul Bahri kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Menurutnya, Samsul Bahri sudah tiga kali menunjukkan hal-hal yang aneh.

“Dia sering mengatakan jika diikuti makhluk halus,” jelasnya.

Masih menurut Fatur, Samsul Bahri terkadang berperilaku aneh seperti berlari-lari tanpa maksud dan tujuan. Menurutnya selama dua tahun terakhir Samsul Bahri sudah tiga berperilaku aneh.

“Yang terakhir ya naik tower ini,” tukasnya.

Sementara itu salah satu tetangga Samsul Bahri yang enggan menyebutkan identitasnya mengatakan, dalam keadaan normal kondisi Samsul Bahri juga seperti layaknya pemuda pada umumnya. Namun dalam keadaan kambuh terkadang memang Samsul Bahri berperilaku aneh.“Kalau anaknya baik, sopan dan tidak pernah marah-marah,” jelasnya.

Terpisah Kapolsek Tulungagung Kota Kompol Mukalam yang meninjau lokasi mengatakan, pihaknya bersyukur karena Samsul Bahri bisa dibujuk dan turun dengan kondisi selamat. Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan mengkonsultasikan dengan pihak keluarga dan perangkat desa setempat terkait langkah medis apa yang harus diambil untuk memulihkan psikologi Samsul Bahri.

“Anaknya masih muda, sebelum terlambat harus segera ditangani,” tukasnya.

Reporter: Yoppy Sandra Wijaya

Editor Achmad Saichu