Gara-gara Ini, Motor Teman Sepermainan Digadaikan

Trenggalek, koranmemo.com – Terbelit masalah hutang acap kali membuat seseorang gelap mata. Bahkan akibat permasalahan itu terkadang membuat seseorang berbuat nekat sehingga tersandung masalah hukum. Kondisi inilah yang dialami Eko Purnomo (32) warga RT 016/RW 004 Desa/Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek. Dia harus mendekam dibalik jeruji penjara lantaran nekat menggadaikan dua motor milik temannya.

Eko Purnomo mengaku nekad menggadaikan dua motor milik temannya itu karena terbelit masalah hutang. Dia mengaku mempunyai hutang sebesar Rp 5,5 juta kepada temannya. Rencananya hasil dari dua motor yang digadaikan itu akan dibayarkan untuk melunasi hutangnya. “Untuk bayar hutang, Rp 5.500,” katanya kepada petugas kepolisian dalam Press Rilis yang berlangsung di Mapolres Trenggalek, Rabu (17/10).

Kepada petugas, Eko mengaku mengenal baik dua temannya tersebut. Namun karena terbelit masalah hutang, dia menjadi gelap mata sehingga terbesit pikiran untuk menggadaikan dua motor milik temannya. “Iya teman, di lokasi yang sama (kejadian,red). Dua motor ini saya gadaikan, baru ini saja (gadaikan motor,red),” katanya, sambil sesekali menundukkan kepalanya.

AKBP Didit Bambang Wibowo S, Kapolres Trenggalek mengatakan, pelaku diamankan petugas di rumahnya di Dusun Karangtuwo, Selasa (16/10) sekitar pukul 19.00 WIB. Pelaku diamankan berdasarkan laporan Masrur Astoki (18) warga RT 011/RW 003 Dusun Krajan Desa Dukuh Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek tertanggal 16 Oktober 2018.

“Dalam penangkapan itu kami amankan beberapa barang bukti, diantaranya motor nopol AG 5041 YAB beserta STNK dan BPKB. Akibat kejadian itu taksir kerugian kurang lebih Rp 4 juta,” jelasnya kepada sejumlah media.

Penggelapan motor itu, lanjut Didit bermula saat pelaku meminjam motor milik korban. Ketika itu, Eko Purnomo mendatangi pelajar kelas XII setingkat SMA di sebuah parkiran pondok pesantren (ponpes) di wilayah Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek, Senin (3/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Pelaku bermaksud meminjam motor milik korban dengan dalih dibawa pergi ke warung kopi. Karena sudah saling mengenal, pelajar itu akhirnya menyerahkan motor miliknya.

“Dua hari kemudian, (5/9,red) pelaku datang menemui korban di lokasi yang sama, namun pelaku tidak membawa motor milik korban. Saat ditanyakan korban, tersangka mengaku jika motor milik korban dibawa oleh temannya. Pada saat itu korban masih percaya dengan perkataan pelaku,” kata Didit.

Didit menjelaskan, seminggu kemudian pelaku kembali datang menemui korban di lokasi yang sama. Namun lagi-lagi pelaku berkilah jika motor milik korban sedang dibawa oleh adiknya. Namun ketika ditunggu hingga lebih dari satu bulan, Eko Purnomo justru menghilang dan tidak memberikan kabar. Ketika dihubungi oleh korban, Eko Purnomo tak juga memberikan respon.

“Akhirnya korban memilih menempuh jalur hukum dan tersangka dapat kami amankan beserta beberapa barang bukti. Rupanya berdasarkan pengakuan tersangka, motor milik korban sudah digadai seharga Rp 2 juta. Pengakuannya tersangka memang sebelumnya sudah mengenal korban,” jelas Didit.

Rupanya aksi serupa juga dilakukan Eko Purnomo terhadap Sugeng Widodo (22) warga RT 014/RW 004 Dusun Gabahan Desa Tawing Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek. Akibat terpedaya bujukan Eko, mahasiswa itu harus merugi hingga Rp 20 juta. Pasalnya motor nopol AG 5558 YAD miliknya dibawa kabur pria yang rumahnya tidak jauh dari rumah korban.

“Modusnya sama. Dia meyakinkan korban dengan dalih meminjam motor milik korban untuk dibawa adik pelaku untuk menjenguk orang tuanya yang sedang sakit. Akhirnya korban meminjamkan motornya kepada pelaku pada Minggu (9/9) sekitar pukul 18.00 WIB, di lokasi tak jauh dari pelaku melancarkan aksi yang pertama,” jelas Didit.

Namun hingga batas waktu yang ditentukan, saat Sugeng Widodo menanyakan keberadaan motornya, pelaku selalu mengelak. Untuk meyakinkan korban, pelaku mengatakan akan mengembalikan motornya secepatnya. Hingga berlangsung lebih dari satu bulan, pelaku tak kunjung mengembalikan motornya. Akhirnya korban memilih menempuh jalur hukum.

Akhirnya pelaku diamankan petugas di rumahnya Selasa (16/10) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat ini petugas masih mengembangkan kasus tersebut. Pasalnya tidak menutup kemungkinan terdapat tersangka lain yang diduga turut terlibat. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku terancam pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan yang diancaman dengan pidana maksimal empat tahun penjara.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date