Gambar Mural Demi Tunjukkan Persik Kediri Masih Ada

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Berawal dari rasa cintanya untuk Persik Kediri, Rafi (19), pemuda asal Desa Sambirejo Kecamatan Gampengrejo bersama tiga orang temannya, mulai berkeliling Kediri untuk mencari spot menggambar. Dinding-dinding kosong mereka jadikan kanvas untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap tim sepak bola yang pernah dan akan selalu mengharumkan nama Kota Kediri.

Rafi menyukai Persik Kediri sejak masih kecil. Kendati dia tidak pernah merasakan masa-masa kejayaan Persik Kediri di tahun 2003-2006, ayahnya yang seorang Persik Mania selalu menceritakan kepadanya cerita tentang Persik dan para pemainnya.  Hal tersebut tanpa sadar mulai menumbuhkan rasa cintanya kepada tim berjuluk Macan Putih tersebut.

Saat klub kesayangannya tersebut mengalami masa-masa kelam, dia adalah satu dari sedikit pendukung yang masih setia mendukung Persik Kediri, menantikan klub pujaan mereka bangkit lagi. Tak hanya menunggu saja, di tahun 2017, awal kebangkitan Persik Kediri yang sebelumnya terdegradasi ke liga 3 kemudian berhasil naik kasta ke liga 2, Rafi dan tiga orang temannya ingin menunjukkan kesetiaan mereka terhadap Persik Kediri.

Setelah berdiskusi, akhirnya salah satu teman Rafi mencetuskan ide untuk membuat mural tentang Persik Kediri.  “Padahal saya sebenarnya tidak bisa menggambar. Tapi karena teman saya berjanji akan mengajari saya menggambar, akhirnya saya setuju. Kami bertekad ingin menghidupkan marwah sepak bola di Kediri, melalui gambar-gambar kami,” ujarnya.

Dia dan teman-temannya juga ingin agar masyarakat tahu kalau Persik Kediri masih ada.  Dia berharap bisa menghidupkan lagi fanatisme seperti pada tahun 2003 dan 2006, ketika Persik berhasil meraih juara liga I.

“Untuk biayanya, awalnya kami iuran bertiga untuk membuat gambar pertama kami di dinding perempatan Mrican,” kata Rafi.

Tidak berhenti di satu gambar, mereka berinisiatif untuk meminta donasi dari para pendukung Persik Kediri lainnya yang masih setia. “Ternyata, sambutannya baik. Kami mendapatkan donasi untuk menggambar di dinding lainnya,” tuturnya.

Rafi bersama teman-temannya juga mengunggah pergerakan mereka ini di media sosial.  Dan ternyata masyarakat banyak yang menyumbang, terutama Persik Mania. Untuk donasi pertama sebesar Rp 170.000 bisa menjadi empat gambar dan beberapa hari lalu bisa sampai Rp 800.000.

“Ke depannya nanti, kami akan terus bergerak untuk menggambar dan juga meminta saran kepada teman-teman Persik Mania tentang lokasi yang sering dilewati sama masyarakat,” katanya.

Menurutnya, saat ini sudah banyak warga Kediri yang terinspirasi untuk mendukung Persik Kediri melalui mural. Bukan hanya warga Kediri saja, namun dari daerah lainnya juga.

 “Kami berharap kepada persik mania bisa mengikuti gerakan ini untuk membuktikan bahwa Persik Kediri masih ada dan nanti bisa semakin dikenal,” pungkasnya.

Reporter: Rizky Rusdiyanto

Editor: Della Cahaya