Gali Wawasan, PWI Lamongan Studi Banding  ke PWI Demak

Lamongan, koranmemo.comSudah hampir dua tahun sejak pertama dideklarasikan 9 November 2016 PWI Lamongan berkiprah. Meski begitu, masih banyak kekurangan yang harus dipenuhi. Setidaknya, menimba pengalaman ke wilayah lain menjadi acuan untuk menambah wawasan.

Selama dua hari kemarin, tanggal 23 – 24 November 2019, PWI Lamongan memutuskan untuk melakukan study banding ke PWI Demak. Alasannya, kota tersebut menjadi salah satu wilayah penyokong bagi Semarang, Jawa Tengah. Sama halnya Kabupaten Lamongan yang juga menjadi salah satu penyokong di Jawa Timur.

Setelah melakukan perjalanan selama empat jam, Sabtu (23/3) sore, rombongan PWI Lamongan diterima langsung oleh Hasan Hamid di kantor PWI Demak, Jalan Sultan Fatah, Kecamatan Demak Kabupaten Demak..

Dalam keterangannya, Hasan banyak mengucapkan terima kasih atas kunjungan rekan PWI Lamongan. Dia pun meminta maaf jika ada kekurangan dalam menerima maupun menjamu rekan wartawan Lamongan, seperti halnya penyambutan tamu dalam ruangan dengan fasilitas sederhana. “Mohon maaf teman-teman, kami hanya memiliki ruangan yang seperti ini, panas tidak ber – AC,” tutur Hasan merendah.

Dalam kesempatan itu, berbagai ragam pengalaman pun diceritakan. Mulai  pengelolaan bidang usaha dan sistem kerjasama dengan pihak pemerintah maupun swasta. “Bermodalkan uang iuran pribadi, setelah itu kami olah menjadi peresmanan,” kata Hasan sembari memperkenalkan rekan pengurus PWI Demak yang lain.

Ditambahkan, secara perlahan kemudian membeli peralatan sendiri, mulai komputer, kipas angin dan lainnya. “Selain itu, usaha kami berkembang dan setelah ada modal lagi, kami membuka usaha yakni penyewaan mobil (rent car). Usaha persewaan mobil itu berkembang dan bisa menambah unit mobil,” sebutnya.

Selain itu, adapula usaha mandiri dan kerjasama dengan beberapa pihak, yakni koperasi, pengadaan buku, kerjasama dengan pihak ormas NU. “Di bidang usaha kami sudah menyiapkan badan hukum sendiri. Kami pun bekerjasama dengan desa untuk melakukan pengadaan patok dalam rangka program sertifikasi tanah. Saat itu,  Pihak desa setempat mempercayakan pengadaan itu kepada PWI,” kata Hasan.

Sementara itu, menanggapi pertanyaan tentang bagaimana cara menjalin hubungan dengan organisasi selain PWI, Hasan menyebut jika seringkali mengundang teman-teman di luar PWI untuk ikut nimbrung dalam kegiatan yang digelar PWI. Dijelaskan kembali, jika selain PWI dan organisasi lain, semisal IJTI dan AJI, selalu menjaga hubungan baik.

Buktinya, lanjut Hasan, mereka acapkali diundang dalam acara PWI, pasti datang. Begitu pula sebaliknya. “Kita selalu menjaga komunikasi kepada semua pihak, termasuk wartawan yang tergabung bukan dari PWI. Karena, dalam menjalankan rutinitas sehari hari selaku profesi wartawan, di lapangan pasti bertemu,” ucap Hasan.

Kembali dikatakan, hubungan baik itu juga dipraktikkan dengan unsur DPRD dan Pemkab. Inti hubungan baik itu adalah menjalin komunikasi secara intens dalam segala hal. Kemitraan itu semakin terpupuk ketika bisa memecahkan kejadian yang terjadi di lapangan, apalagi menyangkut menjaga kondusifitas wilayah di Demak.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date