Gagalkan Pembalakan 60 Batang Kayu Pinus

Trenggalek, koranmemo.com – Illegal Logging di wilayah Kabupaten Trenggalek menjadi ancaman. Baru-baru ini, puluhan batang kayu jenis pinus yang hendak dicuri berhasil digagalkan petugas. Sebanyak 60 batang kayu pinus berdiameter 20 centimeter (cm) dengan panjang kisaran 2,5 meter itu ditemukan petugas di area petak delapan RPH Pule BKPH Karangan, tepatnya di Desa Puyung Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek. Meskipun berhasil digagalkan, namun sayang hingga saat ini kasus tersebut belum terungkap.

Andy Iswindarto, Wakil ADM KSKPH Kediri Selatan mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk menguak kasus tersebut. Diduga pembalak liar yang beroperasi di lokasi tersebut sudah melarikan diri saat mengetahui kedatangan petugas.

“Saat kami mendatangi lokasi bersama pihak kepolisian, kami tidak menemukan adanya aktivitas di lokasi. Kami tidak menjumpai pelakunya, siapa yang menebang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (19/9).

Meskipun tidak menemukan adanya aktivitas di sekitar lokasi kejadian, namun petugas menemukan tumpukan puluhan batang kayu pinus siap angkut. Puluhan batang kayu pinus itu diduga berasal dari lahan milik perhutani.

Kondisi ini terlihat setelah petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan delapan tunggak pohon di lahan perhutani yang hilang. “Setelah kami lakukan pemeriksaan, diduga berasal dari delapan tunggak pohon yang hilang tak jauh dari ditemukannya tumpukan batang pohon itu. Saat ini barang bukti sudah diamankan instansi terkait (polisi, red),” kata dia.

Andy menyebut, pembalakan itu diduga terjadi pada Selasa (18/9). Diduga pembalak melancarkan aksinya saat malam hari. Kondisi ini terlihat dari bekas potongan batang kayu pinus yang siap diangkut dan tertumpuk rapi di sekitar lokasi.

Akibat kejadian itu, lanjut Andy diperkirakan kerugian mencapai lebih dari Rp 20 juta. Sebab, puluhan batang kayu pinus yang ditebang tersebut masih produktif. Tafsir kerugian itu belum termasuk dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan pembalakan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab tersebut.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date