Gagal Selundupkan Sabu dari Malaysia, Sasaran Madura

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com – Petugas keamanan Bea dan Cukai Bandara Internasional Juanda dalam sepekan menggagalkan dua penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat hampir satu kilogram dari Malaysia.

Kejadian pertama, petugas  menggagalkan upaya penyelundupan yang dilakukan Paosi, (26) warga  Pamekasan, Madura.

Pria yang sehari-hari sebagai joki balapan liar sepeda motor ini ditangkap saat mendarat di Terminal Bandara Internasional Juanda melalui pesawat Air Asia (XT-327) rute Kuala Lumpur Malaysia – Surabaya, Senin (12/3) sekitar pukul 15.45 Wib.

Kepala KPPBC TMP Juanda, Budiharjanto, saat merilis tersangka di Kantor Bea dan Cukai Juanda, mengatakan, petugas mencurigai pelaku lewat gerak tubuhnya yang  mencurigakan.

“Berdasarkan hasil rontgen, ditemukan benda aneh pada anus tersangka. Dia kedapatan membawa dua bungkus sabu seberat sekitar 137 gram yang dibungkus plastik hitam,” ungkapnya, Selasa (27/3).

Menurut Budiharjanto, pelaku baru satu minggu tinggal di Malaysia. Selama di Malaysia, kehidupannya dijamin. “Fasilitasnya terjamin, seperti makan dan tidurnya di hotel. Pokoknya, hura-huralah di sana,” imbuhnya.

Sebelum berangkat ke Indonesia, pelaku berpesta narkoba lebih dulu. “Nah, saat mabuk itulah, rekannya di Malaysia memasukkan sabu-sabu yang dibungkus ke lubang duburnya,” jelasnya.

Penangkapan keduanya, Sulimah (36), seorang TKI Malaysia asal Sampang, Madura. Dia ditangkap petugas saat mendarat di Bandara Juanda melalui pesawat Air Asia (XT-327) rute Kuala lumpur Malaysia – Surabaya pada Jumat (16/3/2) sekitar pukul 15.15 Wib.

Petugas mencurigai kardus mesin penanak nasi (rice cooker) yang dibawanya. Setelah diperiksa, terdapat sekitar 925 gram sabu-sabu.

Budiharjanto mengungkapkan, dari barang bukti itu hasilnya positif mengandung Methampethamine. Hasil pemeriksaan menyebutkan jika kedua tersangka hanya dititipi barang rekannya di Malaysia untuk dibawa ke Madura.

“Mereka tidak saling mengenal, dan hanya diupah setelah sampai ke Madura atau penerima. Nilai barang tersebut sekitar Rp 20 juta dan Rp 40 juta jika lolos,” terangnya.

Pada 2018 ini, penggagalan upaya penyelundupan narkoba melalui Bandara Juanda ini merupakan yang ke-5 dan ke-6. Tersangka berikut barang buktinya akan diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur untuk dilakukan pengembangan.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam Pasal 113 ayat 1 dan 2 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara 15 tahun dan denda 10 miliar.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Gimo Hadiwibowo