Gagal Negosiasi, Dalmas Polres Nganjuk Pukul Mundur Perusuh

Nganjuk, koranmemo.com – Suasana kampanye partai politik tertentu di suatu desa wilayah Kabupaten Nganjuk kian memanas. Ini setelah juru kampanye (jurkam) lupa diri hingga diduga menyebar ujaran kebencian.

Tak pelak hal ini menyebabkan massa pendukung partai lain kebakaran jenggot dan menggeruduk tempat kampanye tersebut. Ratusan orang ini terbakar emosinya setelah merasa partainya difitnah.

Suasana pun tambah memanas di saat massa yang pro dan kontra mulai bertemu. Mengetahui kedatangan massa yang beringas, polisi yang bertugas segera melakukan penyekatan dan menerjunkan tim negosiator.

Namun tidak membuahkan hasil. Massa semakin merangsek dan semakin anarkis hingga nyaris terjadi bentrokan antar pendukung. Pimpinan pasukan yang berada di lapangan langsung melaporkan situasi itu kepada Kapolres Nganjuk.

Saat itu juga, Kapolres Nganjuk memerintahkan Kabag Ops untuk menerjunkan pasukan dalmas bertameng guna menghalau massa. Akhirnya massa dapat dikendalikan dan dibubarkan.

Itulah gambaran simulasi penanganan huru hara yang dikemas dalam Gladi Lapang Lat Pra Ops Mantap Brata Semeru 2018 yang dipimpin oleh Wakapolres NganjukKompol Toni Sarjaka SH, SIK, MIK, dalam rangka persiapan pengamanan pileg dan pilpres 2019, yang digelar di halaman Mapolres Nganjuk, Kamis (20/9).

Kabag Ops Polres Nganjuk Kompol Bambang Sutikno mengatakan, gladi lapang ini menunjukkan kesiapan Polres Nganjuk dalam mengamankan Pemilu 2019. “Ini sebagai wujud dari kesiapan kita untuk mengamankan pesta demorasi lima tahunan itu,” ujarnya.

Dalam pengamanan pilah legislative (pileg) dan pilihan presiden (pilpres) tahun 2019, pihaknya mengerahkan 750 personel, ditambah TNI 250 personel, Satpol PP 100 personel, dan Linmas 3500 personel.

“Nantinya mereka akan kita tempatkan di sejumlah TPS dan kawasan rawan konflik,” tukas mantan Kapolsek Kertosono ini.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date