Gagal Jadikan Wanita PNS sebagai Istri Kedua, Pria Beristri Ini Ngotot Lancarkan Gugatan

Nganjuk, koranmemo.com – Sidang mediasi gugatan perdata antara Arif Saifudin (46) penggugat, warga Desa Sidoarjo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, melawan Dewi Ernawati (50) selaku tergugat akhirnya tidak membuahkan hasil. Tergugat yang merupakan wanita karier PNS (Pegawai Negeri Sipil) di lingkup Pemkab Nganjuk, menolak untuk memenuhi permintaan penggugat untuk menjadikan istri keduanya.

            KRT Nurwadi Rekso Hadinagoro, kuasa hukum Dewi Ernawati mengungkapkan, sidang mediasi kesekian kali untuk mendamaikan kedua belah pihak ternyata tidak berhasil. Sehingga, sidang akan dilanjutkan dengan pembacaan materi gugatan oleh pihak penggugat.

            “Mediasi tidak berhasil, karena klien kami tidak bisa memenuhi permintaan penggugat yang meminta tergugat untuk kembali lagi sebagai istri kedua, klien kami tidak bisa menerima, jadi kami akan mendengarkan pembacaan gugatan dari penggugat,” ungkapnya.

            Ia menjelaskan, sebagai PNS kliennya juga akan terbentur dengan undang-undang ASN jikalau memenuhi permintaan penggugat untuk menjadi istri kedua. “Namun ini urusan hati, mungkin waktu ke waktu (perasaan) bisa bergeser, bisa saja untuk kembali. Cuma kalau untuk saat ini tidak bisa,” tuturnya.

            Pihak tergugat menyayangkan adanya statemen yang menyebut jika telah terjadi kumpul kebo. Menurut kuasa hukum tergugat, hal itu adalah kebohongan. Karena sudah jelas selama ini keduanya telah menikah. “Yang mengkawinkan juga bapaknya (tergugat) sendiri, ini resmi. Kok bisa penggugat juga menyebutnya seperti itu (kumpul kebo),” tandasnya.

            Lebih jauh, pihak tergugat akan mempermasalahkan rumah yang kini dikuasai oleh penggugat. Pasalnya, rumah yang sedang dalam sengketa justru dikuasai oleh penggugat selama proses perdamaian sedang berlangsung. “Itu nanti persoalan sendiri, apakah akan kami bawa ke ranah pidana atau tidak itu urusan nanti,” tukasnya.

            Sementara itu, Arif Saifullah, selaku penggugat menyampaikan jika mediasi yang dilakukan memang gagal lantaran tidak adanya pemenuhan dari tergugat. Kendati demikian, ia tetap mengharap adanya perdamaian antar kedua belah pihak dan tergugat bisa kembali menjadi istri keduanya. “Sampai detik ini saya masih membuka diri untuk mediasi,” ujarnya.

            Mengenai tudingan “Kumpul Kebo” yang dilontarkan ke media beberapa waktu lalu, Arif menyebut jika itu hanya sebuah istilah bahasa semata. Reaksi itu ia keluarkan karena semua ada statemen tidak mengakui adanya pernikahan siri.

            “Kumpul kebo itu istilah bahasa hukumnya kan samen leven, tapi dari statement yang lalu istri saya Dewi sudah mengakui nikah siri. Karena apa, pada saat masalah ini belum bergulir ke PN semua bukti dia amankan. Awalnya ada statement tidak mau mengakui itu,” pungkasnya.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date