Gabung Gafatar, Penjual Tahu Menghilang

Share this :

Jombang, Koran Memo – Rudiono (38) warga Desa Ngumpul Kecamatan Jogoroto, sudah sekitar 6 bulan menghilang dan diduga kuat pindah ke Kalimantan. Rudiono disinyalir aktif dalam Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurut warga sekitar,  bekas rumah Rudiono  pernah dijadikan kantor sekretariat Gafatar Kabupaten Jombang.“Setelah dibeli orang, plakat atau papan nama Gafatar sudah  dilepas oleh pemilik baru. Kini Pak Rudiono pergi meninggalkan desa,” ujar Sunari, Ketua RT 05 / RW 03 Desa Ngumpul, Rabu (13/1).

Rumah Rudiono kini telah laku di jual (agung/memo)
Rumah Rudiono kini telah laku di jual (agung/memo)

Sunari menambahkan, kepergian Rudiono beserta istrinya dan dua anaknya, tanpa mengajukan surat pindah baik baik kepada RT maupun perangkat desa setempat. Bahkan, proses jual beli rumah milik Rudiono tidak diketahui olah pihak keluarga. “Pak Rudiono asli orang kelahiran Desa Ngumul. Setiap hari Rudiono bekerja sebagai penjual tahu. Kalau ada acara desa atau selamatan di tetangga, Pak Rudiono selalu hadir dan terkesan baik-baik saja,” beber Sunari.

Siti Muarofah, kakak keponakan Rudiono mengatakan, kepergian saudaranya tersebut tanpa berpamitan dengan orang tuanya. Bahkan hingga saat ini keluarga tidak tahu menahu terkait keberadaan saudaranya tersebut.  “Sampai saat ini, kita tidak  pernah berkomunikasi dengan dia. Ada yang bilang ke luar pulau. Kami berharap  ada kabar dari  mereka.” kata Siti berharap.

Sementara, terkait keberadaan Gafatar di Kabupaten Jombang, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bankesbangpol) Kabupaten Jombang, Mas’ud mengatakan jika Gafatar belum terdaftar di Bankesbangpol Kabupaten Jombang. “Selama ini Gafatar belum terdaftar dalam data  kami,” ujar Mas’ud, ditemui di kantornya.

Mas’ud menambahkan, tidak terdaftarnya Gafatar yang berada di Kecamatan Jogoroto karena organisasi tersebut tidak pernah meminta bantuan kepada pihaknya sehingga boleh saja tidak mendaftarkan diri kepada Bakesbangpol. “Karena sesuai aturan ormas yang bersangkutan tanpa perlu adanya surat keterangan terdaftar baik dari bupati/walikota, gubernur maupun menteri. Sesuai dengan nomor 82/PUU-XI/2013. ormas boleh tidak mendaftarkan ke Kesbangpol jika mereka tidak memerlukan bantuan,” imbuhnya.

Masih kata Mas’ud, organisasi Gafatar juga pernah terdeteksi melakukan kegiatan sosial di Kecamatan Mojoagung. Namun Mas’ud membantah jika kegiatan sosial tersebut dilakukan oleh Gafatar  Jombang.”infonya kegiatan sosial tersebut berasal dari Gafatar yang berada di luar Kabupaten Jombang,”pungkas Mas’ud.(ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date