Forkopimda Kota Malang Perketat Disiplin Bermasker

Share this :

Malang, koranmemo.com – Penegakan kedisiplinan bermasker terhadap masyarakat Kota Malang terus digencarkan Pemerintah Kota Malang. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang menggelar Operasi Yustisi penegakan disiplin Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Senin (14/9).

Wali Kota Malang, Sutiaji, menuturkan, jika pemerintah hanya mengandalkan dan menunggu kesadaran masyarakat terkait kedisiplinan terhadap protokol kesehatan Covid-19, tentu upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 tidak akan berjalan efektif. Untuk itu Pemkot Malang akan memperketat penegakan hukum terhadap masyarakat yang melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Menurut Sutiaji, Kota Malang masih berada di zona merah, sehingga perlu memperketat penegakan hukum. Berlandaskan Instruksi Presiden (Inpres) No. 6/2020 dan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 53/2020 serta Peraturan Wali Kota (Perwal) No. 30/2020 maka masyarakat wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19, terutama penggunaan masker.

“Penegakan ini dilakukan atas dasar hukum yang kuat. Karena vaksin Covid-19 belum ditemukan dan vaksin yang ampuh itu adalah disiplin,” ujarnya.

Sutiaji berharap masyarakat dapat menunjukkan bahwa Kota Malang mampu menaklukkan Covid-19, yaitu dengan disiplin protokol kesehatan. Serta saling bekerja sama dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19.

“Sekarang Indonesia sudah di blacklist oleh 59 negara. 59 negara tersebut tidak menerima kunjungan orang Indonesia. Karena Indonesia dianggap berbahaya dan belum bisa mengatasi covid-19,” tuturnya.

Baca Juga: KPU Kab. Kediri Tunggu Penetapan Paslon

Baca Juga: 23 Karyawan Bank di Kota Blitar Positif Corona

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, menambahkan Operasi Yustisi secara teknis, hampir sama dengan penerapan kedisiplinan protokol kesehatan lainnya, yaitu pendisiplinan bermasker. Hanya saja kali ini masyarakat yang kedapatan tak bermasker tidak akan disanksi secara sosial, melainkan akan diberi peringatan dan pengarahan. Dan data mereka akan dicatat sehingga kedepan jika sekali lagi ditemui melakukan pelanggaran lagi, akan langsung di sanksi denda administrasi.

“Jadi kita berkoordinasi dengan Kejari dan Pengadilan yang akan kita hadirkan di lapangan lalu kita lakukan penindakan langsung dilapangan. Jadi sidak, dan sidang ditempat. Denda yang tercantum di Perwali kemarin adalah Rp 100 ribu. Jadi kami imbau kepada masyarakat khususnya di Kota Malang, untuk betul-betul mematuhi aturan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah,” pungkasnya.

Reporter: Mokhammad Sholeh

Editor: Della Cahaya