Forkopimda Jatim Gelar Cangkrukan Bareng Petani Garam

Sidoarjo, koranmemo.com – Ratusan Petani Garam Jawa Timur bersama Forkopimda Jawa Timur menggelar cangkrukan bareng dalam rangka Harkamtibmas di Madinah Ballroom Hotel Utami, Juanda Sidoarjo Rabu (9/10/2019) malam.

Hadir dalam cangkrukan itu, Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Kasdam V Brawijaya, dan beberapa pejabat lainnya.

Cangkrukan digelar guna menciptakan rasa aman, tertib, nyaman dan damai di lingkungan Jawa Timur. Selain itu, momentum tersebut juga untuk mendengarkan keluhan atau aspirasi dari para petani garam.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam kesempatan tersebut menyampaikan, akan menyiapkan hilirisasi industri garam dan aplikasi teknologi geomembran untuk petani garam di Madura.

Dikatakan, pihaknya telah menyiapkan format terbaik agar industri garam bisa tersupport oleh produksi garam lokal. “Oleh karenanya kita menyiapkan geomembran di Madura. Ketika memakai geomembran maka garam akan bisa menjadi putih bersih dengan kadar NaCI rata rata 97 persen sehingga masuk kualifikasi sebagai garam industri,” ujarnya

Dirinya juga menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa pembahasan ke Menko Kemaritiman. “Yang pertama adalah mekanisme untuk memberikan kuota pembatasan terhadap garam impor ke Jatim. Dan yang kedua adalah bagaimana hilirisasi garam bisa kita siapkan terutama kaitan dengan rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Garam,” tambahnya.

Selain itu, tambahnya, segala sesuatu juga perlu disiapkan jika KEK Garam serius diciptakan. Salah satu contohnya adalah hilirisasi untuk garam spa. “Kita lihat bupati mana di Madura yang siap untuk dijadikan area industri garam khususnya garam spa tersebut,” cetusnya.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, dalam menciptakan kondusifitas di Jawa Timur, mulai rasa aman dan nyaman, tidak terlepas dari peran serta semua elemen masyarakat tanpa terkecuali.

Hal inilah yang membuat Forkopimda terus menggalakkan kegiatan bersama masyarakat khususnya Jawa Timur. Baik itu melalui forum, cangkrukan bareng dan lain sebagainya.

“Kita semua tahu, sejak pesta demokrasi berlangsung sampai hari ini, kondisi di Jawa Timur cukup kondusif dan aman. Bahkan aktifitas yang ada di masyarakat cukup baik,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.

Lanjut Kapolda, jika dibandingkan dengan saudara-saudara sebangsa dan setanah air di provinsi lain, sempat bergejolak, ada aksi anarkis, kericuhan dan lain-lain. “Syukur di Jawa Timur bisa tetap kondusif,” tukas Luki bersyukur.

Luki menjelaskan, kericuhan dan gejolak yang terjadi di luar sana, tidak terlepas dari maraknya informasi hoax, serangan serangan media sosial bermunculan dan lain sebagainya.

Dari kecanggihan teknologi gadget, sambung mantan Karorenmin Baintelkam Polri itu, bukan tidak mungkin, karena hampir seluruh masyarakat di Indonesia memiliki alat komunikasi yang terhubung dengan tehnologi, kurang bijak dalam menerima informasi, benar apa salah, ditelan mentah-mentah.

“Kita ingin di Jawa Timur ini terus tercipta rasa aman. Jawa Timur merupakan barometer di Indonesia. Dan, Jawa Timur pula perputaran ekonomi terbesar di Indonesia. Mari kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat,” ajak Luki.

Sementara, Ketua Komisi Garam Rakyat, Amiril menyambut baik atas terselenggaranya cangkrukan bersama petani di Jawa Timur. Selain bisa mempererat tali silaturahmi juga bisa dijadikan penyambung gagasan yang ada di masyarakat.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini terus dilakukan demi terciptanya suasana kondusif, aman dan tenteram,” harapnya.

Reporter Yudhi Ardian

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date