Filipina Cari Pengekspor Beras untuk Memenuhi Kekurangan 300.000 Ton Beras

Manila, koranmemo.com – Filipina sedang membutuhkan negara yang bisa mengekspor beras untuk memenuhi kekurangan 300.000 ton beras dalam meningkatkan cadangan negara. Hal ini seiring dengan langkah dalam menangani pandemi corona dan persiapa memasuki musim paceklik di Filiphina.

Senin (11/5), Menteri Pertanian Filipina, William Dar mengatakan, pemerintah setempat telah mencapai kesepakatan baru untuk meningkatkan volume impor berasnya hingga mencapai 3 juta ton. Pihaknya juga telah mengirimkan perminntaan pada sejumlah produsen beras terbesar di Asia seperti Myanmar, Vietnam, Thailand, India, dan Kamboja.

Dengan adanya permintaan tambahan dari negara pembeli beras terbesar di dunia, pengamat memperkirakan pasar ekspor di Asia bisa ikut mengalami kenaikan. Pekan lalu, harga ekspor beras dari India juga terbukti telah mampu bertahan di sekitar level tertingginya.

Namun hal ini sepertinya masih belum dipastikan akan berdampak pada pasar Vietnam, negara yang cukup banyak mengekspor beras ke Filipina. Sejauh ini, harga ekspor beras Vietnam telah mengalami penurunan sebesar 5 persen, akibat pasokan domestik yang menurun.

Vietnam yang mengalami penurunan jumlah panen, juga sempat menghentikan kegiatan ekspor berasnya untuk memastikan kebutuhan dalam negeri tercukupi. Vietnam baru melanjutkan kegiatan ekspor berasnya berberapa minggu lalu dan berkomitmen menyalurkan 400.000 ton beras kepada Filipina bulan ini.

“Kami menyambut baik keputusan Vietnam yang telah kembali melanjutkan kebijakan ekspor berasnya. Kami juga mempertimbangkan kesulitan yang dihadapi oleh berbagai pemangku kepentingan selama krisis ini terjadi,” kata Dar dikutip dari The Star.

Sebelumnya, Filipina sendiri telah membuat kontrak dengan Vietnam mengenai perdagangan beras ini. Vietnam juga telah menyepakati untuk mengirimkan 666.480 ton beras kepada Filipina pada tahun ini. Namun, berdasarkan data dari pemerintah setempat, baru 218.300 ton beras yang telah diterima oleh Filipina dan masih menunggu 448.180 ton beras lagi untuk dikirim.

“Eksportir beras Vietnam akan memulai pemenuhan kontrak mereka dengan importir Filipina. Selain itu, mereka juga sedang mempertimbangkan kesepakatan untuk waktu mendatang berdasarkan perjanjian perdagangan bilateral yang ada,” kata Dar.

Terakhir, Dar kembali menekankan, Filipina masih membutuhkan tambahan 300.000 ton beras sebelum memasuki kuartal ketiga tahun ini. Vietnam juga membuka peluang bagi pihak yang ingin memenuhi kebutuhan itu sesuai dengan peraturan yang ada.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya