Faktor Cuaca Diklaim Penyebab Naiknya Harga Komoditas

Kediri, Koranmemo.com – Menjelang Natal dan tahun baru harga sejumlah komoditas merangkak naik. Selain jumlah konsumsi yang cenderung naik, kondisi ini dipengaruhi menurunnya jumlah pasokan komoditas di sejumlah pasar. Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab menurunnya jumlah pasokan komoditas di sejumlah pasar di Kota Kediri.

Meskipun jumlah pasokan tak sebanding dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi, namun kenaikan harga sejumlah komoditas dinilai masih stabil. Melonjaknya harga paling signifikan terjadi pada komoditas beras dan telur. Kenaikan dua komoditas tersebut mencapai lebih dari Rp 1.000 per kilogramnya.

Diketahui untuk harga komoditas beras jenis 64 super yang sebelumnya Rp 8.500 per kilogramnya kini naik menjadi Rp 9.500 tiap kilogramnya. Komoditas telur yang sebelumnya Rp 18.000 tiap kilogramnya merangkak naik menjadi Rp 22.000 tiap kilogramnya. Diperkirakan harga komoditas ini akan terus naik seiring jumlah konsumsi yang cenderung meningkat dan tidak sebanding jumlah pasokan yang tersedia.

“Kami bersama tim TPID Kota Kediri sudah melakukan operasi pasar sejak kemarin, Alhamdulillah dapat dikatakan harga relalatif stabil meskipun ada kenaikan signifikan untuk harga beras dan telur,” ujar Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon  Haryadi dalam operasi pasar di Pasar Pahing Kota Kediri, Selasa (12/12).

Menyikapi hal itu, Kapolres Kediri Kota menyebut akan melakukan operasi pasar secara berkala bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri untuk menstabilkan harga dan memastikan stok komoditas di Kota Kediri agar tidak terjadi kelangkaan barang. Faktor cuaca disinyalir menjadi penyebab menurunnya jumlah pasokan sehingga menimbulkan kenaikan sejumlah komoditas.

“Karena cuaca produksi menurun sehingga terjadi kenaikan harga Rp 1.000 untuk dua komoditi tersebut. Kalau penimbunan, sementara hingga saat ini kami belum menemukan. Kami akan terus melakukan operasi pasar secara berkala hingga Januari mendatang,” imbuhnya.

Untuk diketahui, saat ini sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Komoditas cabe merah besar yang sebelumnya Rp 16.000 menjadi 24.000 tiap kilogramnya. Bawang merah yang sebelumnya Rp 16.000 naik menjadi Rp 17.000 tiap kilogramnya.

Kendati demikian, terdapat komoditas yang justru mengalami penurunan harga. Minyak goreng yang sebelumnya Rp 10.500 kini turun menjadi Rp 9.800 tiap kilogramnya. “Begitu juga dengan gula,” ujar Sunarti, penjual komoditas di Pasar Pahing Kota Kediri.

Disebutkan, kondisi seperti ini hampir menjadi fenomena tahunan dan terjadi di sejumlah daerah. Faktor cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab banyaknya petani yang mengalami gagal panen sehingga jumlah pasokan menurun. “Mungkin karena banyak petani yang gagal panen sehingga pasokan menurun dan menyebabkan kenaikan harga,” pungkasnya.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.