Fakta Mengejutkan Miras Racikan Pembawa Maut: Kelabui Polisi, Racik Miras di Kandang Sapi

Trenggalek, koranmemo.com – Kepolisian Resort Trenggalek membongkar praktik home industri minuman keras (miras) oplosan di wilayah Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri. Sebelumnya miras pembawa maut itu telah menewaskan tiga warga Kabupaten Trenggalek dalam pesta miras yang berlangsung sebelum pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Jumat (8/2). Selain tiga warga yang meninggal dunia, empat warga lainnya masih menjalani perawatan intensif.

Hadi Suwito (46), satu dari empat tersangka lainnya mengungkap bagaimana proses pembuatan hingga bahan-bahan yang digunakan sehingga membuat tujuh warga di Kabupaten Trenggalek mengalami overdosis (OD) pasca mengkonsumsi miras racikannya.

Dia mengaku telah mencampur metanol dengan bahan kimia lainnya, seperti essen vodka ataupun perasa merk miras golongan A lainnya. Padahal metanol adalah bahan kimia yang tidak boleh dikonsumsi manusia.

“Saya mencampurnya dengan beberapa perisa rasa lainnya sesuai pesanan. Saya mencampurnya dengan sejumlah bahan kimia yang memang tidak boleh dikonsumsi manusia agar rasa mirasnya hampir sama dengan aslinya,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Trenggalek, Rabu (13/2). Dia juga menyebutkan telah memproduksi miras palsu sejumlah merk miras ternama yang masuk golongan A.

Untuk mendapatkan bahan-bahan kimia tersebut, dia dibantu oleh warga Kabupaten Kediri lainnya, Sugiono (39). Sugiono berperan sebagai pengecer metanol atau alkohol. Dia menggunakan alkohol berkadar 89 persen saat memproduksi miras oplosan.

Metanol, alkohol, dan bahan kimia lainnya yang dicampur inilah yang menyebabkan tingginya konsentrasi alkohol dalam darah sehingga menyebabkan lemas, penghilangan kabur, sesak nafas dan jantung yang menyebabkan meninggal dunia hingga kebutaan.

Follow Untuk Berita Up to Date