Evaluasi Simulasi UNBK, Ada Sisipan Soal Bahasa Indonesia

Kediri, koranmemo.com — Siswa sekolah menengah atas (SMA) usai mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pertama tahap kedua pada awal November lalu. Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) wilyah Kota dan Kabupaten Kediri melakukan evaluasi pelaksanaan simulasi UNBK ini.

Dalam simulasi UNBK, ada sisipan soal Bahasa Indonesia setelah siswa mengerjakan soal Bahasa Inggris. “Ada sisipan satu soal Bahasa Indonesia, soal esai ini sekaligus menjadi salah satu fokus utama yang diperhatikan. Karena, pada evaluasi UNBK tahun ajaran 2018/2019 lalu, ternyata pemahaman siswa mengenai soal berbentuk bacaan panjang masih kurang,” ucap Kasi SMK Cabdindik Provinsi Jatim wilayah Kota dan Kabupaten Kediri, Sidik Purnomo, Selasa (26/11). Pada soal sisipan berupa bacaan satu paragaraf tersebut, lanjutnya, siswa diminta untuk mencari pokok pikiran utama atau gagasan pokok. Siswa memberikan jawaban langsung dengan mengetik pada kolom yang disediakan.

“Kendala-kendala yang dihadapi siswa seperti ini diharapkan ada tindak lanjut dari guru, seperti pembahasan maupun memberikan pengarahan bagaimana cara untuk mencari gagasan pokok pada paragraph,” imbuhnya.

Selama proses simulasi UNBK, kata Sidik, tidak ada kendala teknis seperti gangguan server, ganguan aplikasi, ataupun saat siswa mengerjakan tiba-tiba komputer mati maupun ke luar dari aplikasi. Namun, pada proses simulasi pertama tahap kedua, ada dua sekolah yang terpaksa tidak dapat melaksanakan simulasi.

Dari 74 sekolah di Kota dan Kabupaten Kediri baik negeri maupun swasta, dua sekolah tidak melaksanakan simulasi karena tiba-tiba proktor atau petugas teknis mengundurkan diri. Sementara ini, sekolah masih melakukan koordinasi dengan Cabdindik untuk mengatasi permaslahan tersebut sehingga pada simulasi kedua, gladi bersih, sampai pelaksanaan UNBK berjalan dengan lancar.

Sidik mengatakan, dari 74 sekolah hanya lima sekolah yang melaksanakan resource sharing dengan sekolah lain dan 69 sekolah melaksanakan ujian secara mandiri. “Untuk sekolah yang melakukan resource sharing, hari pelaksanaannya sama. Hanya sesinya saja yang berbeda, kan nanti bergantian dengan siswa lainnya,” tuturnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date