Evakuasi Mayat dalam Bus di Nganjuk Gunakan APD

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Tim medis Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) mengevakuasi jasad Puryanto (39) warga RT 11/RW 03 Dusun Nitikan Desa Sumberagung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan, Selasa (20/10/2020) sekitar pukul 21.00 WIB.

Dia diketahui meninggal mendadak dalam posisi duduk di bangku penumpang bus PO Sugeng Rahayu nopol W 9683 UZ, saat melaju di Jalan Raya Madiun depan pasar hewan Kelurahan Kedondong Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk. Sopir bus yang mendapat laporan dari kondektur langsung menghentikan bus, dan melapor ke Polsek Bagor.

Informasi yang diperoleh koranmemo.com, awalnya korban naik bus dari terminal Bungurasih Surabaya dengan tujuan Maospati. Sesampainya di terminal Nganjuk, Eko Santoso (27) kondektur bus mengecek jumlah karcis dengan penumpang. Saat hendak mengecek karcis milik korban, yang bersangkutan dibangunkan, tetapi tidak bangun.

Selanjutnya sopir bus memberhentikan kendaraannya di jalan depan pasar hewan Kelurahan Kedondong Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bagor. Mendapat laporan, petugas Polsek Bagor bersama tim Identifikasi Polres Nganjuk, dan tim medis RSU Bhayangkara mendatangi lokasi kejadian.

Baca Juga: Minibus Senggol Bentor, Satu Orang Tewas

Iptu Rony Yunimantara Kasubbag Humas Polres Nganjuk saat dihubungi koranmemo.com, Rabu (21/10/2020) pagi mengatakan, tim medis yang datang ke lokasi kejadian bersama petugas Polsek Bagor, mengenakan APD lengkap sesuai protokol kesehatan.

“Setelah diperiksa, ternyata korban meninggal dunia. Hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan. Awalnya, korban diduga terpapar Covid-19,” ujarnya.

Baca Juga: Proyek Pasar Mlilir Rp 2,5 Miliar Harus Tuntas Akhir Tahun

Rony mengatakan, menurut keterangan keluarga (istri), korban memang mempuyai riwayat sakit jantung. Selanjutnya istri korban membuat surat pernyataan menerima dan tidak menuntut kepada siapapun. Akhirnya jasad korban dibawa pulang keluarga. “Korban meninggal diduga karena sakit jantungnya kambuh, dan bukan terpapar corona” jelas Rony.

Rony mengimbau, masyarakat diharapkan selalu menjaga kesehatan, dan berolahraga yang cukup untuk menangkal Covid-19. Terlebih harus mengutamakan 3M. “Ke mana pun pergi harus memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” pesannya.

Reporter : Muji Hartono
Editor : Achmad Saichu