Enam Paket Proyek Jalan Molor

Blitar, koranmemo.com – Menginjak akhir tahun 2018, sebanyak 6 proyek pembangunan jalan di Kabupaten Blitar dipastikan molor. Selain itu, 1 pembangunan talud juga tidak bisa selesai tepat waktu.

Padahal, batas akhir pembangunan fisik berupa jalan dan talud di Kabupaten Blitar pada 20 Desember – 29 Desember 2018. Jika melebihi batas waktu tersebut, dipastikan pihak ketiga atau rekanan bakal didenda. “Jadi ada 7 proyek, 6 jalan dan 1 talud pembangunannya molor. Maka sesuai aturan, kita kenakan denda,” kata Nanang Adi, Kabid Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Senin (31/12).

Nanang menjelaskan, tujuh proyek itu diantaranya pelurusan jalan Tulungrejo Kecamatan Gandusari dengan anggaran Rp 5,9 miliar, pembangunan jalan di Slorok Karangrejo Kecamatan Garum senilai Rp 2,2 miliar, dan pembangunan jalan di Sumberjati Pandanarum Kecamatan Kademangan senilai Rp 2,2 miliar.

“Satu proyek sama, yakni di Pandanarum Kecamatan Kademangan, tapi senilai Rp 150 juta. Lainnya, pembangunan jalan di Sumbersih Panggungrejo senilai Rp180 juta, dan di Sidorejo Sumberasri senilai Rp 2,3 miliar. Sementara pembangunan talud di Suruhwadang Kademangan senilai Rp 150 juta,” jelasnya.

Selain dikenakan denda, tambah Nanang, pembayaran juga diberikan sesuai hasil yang dikerjakan. Dari hasil pantauannya, pekerjaan molor karena memang waktu mulai pembangunan tergolong mepet. Selain itu, semua pembangunan jalan juga menggunakan beton.

“Rata-rata pembangunannya mencapai 70 – 80 persen. Tapi proyek dengan anggaran besar, sudah mencapai 80 persen,” imbuhnya.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date