Empat Begal Motor Ditangkap

Share this :
Kediri, Koranmemo.comUnit Reskrim Polsek Pesantren Kota Kediri  mengamankan 4 tersangka kasus pembegalan di Jalan Tosari, Kelurahan Tosaren, Kota Kediri. Ketiganya diamankan beserta sebuah motor nopol AG 4809 BW milik Yoga Prakoso (24) warga Jalan KH Wachid Hasyim RT 24/ 04 Kelurahan Bandar Lor Kota Kediri.
Ketiga tersangka yakni Fald Prediksi Etno Sentris (26) warga Perum Permata Biru Blok D/27 Kelurahan Pakunden Kota Kediri, Susilo Setiaji (21) warga Tanah Merah 4 Slada 22 A RT 20/04  Kelurahan Kenjeran Kota Surabaya dan Kurniawan Sandi (21) warga RT 03/01 Desa Joho Kecamatan Wates Kabupaten Kediri diamankan petugas di rumah mereka masing-masing, Jumat (28/4) dalam kurun waktu hampir bersamaan. Sedangkan Suci Wulandari (27) warga RT 08/06 Kelurahan Ngadisimo, Kota Kediri yang turut serta membantu upaya pembegalan sebagai penadah diamankan setelah 3 pelaku utama dibekuk.
Kapolsek Pesantren Kota Kediri, Kompol Sucipto, dalam pers release Senin (1/5) mengatakan, dari hasil penyidikan diketahui motor Yoga Prakoso rencananya akan dijual di Surabaya dengan harga Rp 2 juta. Rencananya uang hasil penjualannya akan dibagi kepada 3 tersangka tersebut untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun belum sempat menjual motor tersebut, ketiga pelaku diamankan.
Sucipto menjelaskan, pembegalan berawal ketika tiga pemuda tersebut menggelar pesta miras di utara lapangan sepakbola Kelurahan Tosaren, Rabu (26/4) dini hari. Sekitar pukul 01.30 WIB melintas Yoga bersama temannya Ghofur (28) di sekitar lokasi usai pulang bermain di rumah temannya yang ada di Kelurahan Jamsaren Kota Kediri. Tiba-tiba 3 pemuda yang terpengaruh minuman keras (miras) itu memberhentikan korban dengan mengacungkan pecahan botol miras. “Karena merasa terancam keselamatannya korban berusaha untuk balik. Namun karena panik akhirnya keduanya terjatuh dan berlari menyelamatkan diri sehingga dengan mudah motornya dibawa pelaku,” kata Sucipto.
Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Pesantren. Ciri-ciri pelaku yang dikenali oleh korban mempermudah petugas untuk melakukan penangkapan pasca ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Berdasarkan keterangan dari 3 pelaku, mereka menjual ponsel milik korban yang diletakkan di dalam jok motor kepada Suci Wulandari yang juga merupakan teman ketiga pelaku dalam sebuah grup suporter sepakbola di Surabaya.  “Jadi setelah mengamankan 3 pelaku utama, kemudian kami mengamankan satu pelaku yang berperan sebagai penadah,” jelasnya.
Kepada petugas, mereka mengaku menjual ponsel milik Yoga Prakoso dengan harga 2,5 juta. Namun mereka mengaku masih mendapatkan uang Rp 300 ribu karena sesuai kesepakatan pembayaran dilakukan secara bertahap. “Iya kesepakatan mereka pembayaran dilakukan bertahap,” kata Sucipto menirukan salah satu pelaku.
Reporter : Angga Prasetya
Editor: Della Cahaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.