Ekskavator Barang Bukti Korupsi TPA Winongo, Dibeli Tahun 2015 Senilai Rp 2,9 M

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Alat berat ekskavator salah satu barang bukti kasus dugaan korupsi controlled landfill atau penataan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo, Kota Madiun, senilai Rp 2,9 miliar lebih. Dua alat berat itu dibeli dari APBD Kota Madiun sejak tahun 2015 lalu.

Buktinya, di laman lelang pengadaan secara elektronik (LPSE) memang tidak ditemukan adanya tender pengadaan ekskavator di tahun 2015. Namun, pembeliannya dilakukan dengan cara  E-Purchasing. Yakni yang pertama, membeli ekskavator merek hitachi hydraulic ZX200-5G tipe standar dengan harga Rp 1.485.431.970. Pembelian itu, menggunakan APBD murni tahun 2015.
Kedua, di dalam perubahan APBD 2015, Pemkot kembali membeli ekskavator merek caterpillar 320D2 dengan kisaran harga Rp 1.593.371.076.

Sumber di lingkup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membenarkan temuan tersebut. Menurutnya, dua alat berat memang dibeli di tahun yang sama. Sehingga mulai tahun 2016, TPA Winongo sudah tidak lagi menyewa alat berat dari pihak ketiga.

“Sebelum tahun 2016, Pemkot menyewa ekskavator dari pihak ketiga. Setelah punya sendiri dua alat berat, kemudian hanya dianggarkan biaya untuk kegiatan operasional pengelolaan sampah akhir dengan metode controlled landfill. Itu nama mata anggarannya. Di dalamnya ada rincian untuk pembelian BBM, belanja pegawai, dan lainnya,” kata sumber yang tidak ingin namanya dikorankan, Selasa (14/1).

Terpisah, Wali Kota Madiun, Maidi mengaku prihatin atas kasus yang menyeret Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintahannya. Meski begitu, upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan korps Adiyaksa ini harus terus didukung. Apalagi disetiap kesempatan, Maidi selalu mewanti-wanti agar ASN bekerja tanpa korupsi. “Kami sangat prihatin dengan kasus itu. Kasus ini untuk pembelajaran ke depan,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Madiun, Toni Wibisono mengaku, akan memeriksa saksi perdana pasca naik status dari penyelidikan ke tahap penyidikan mulai Rabu (15/1) hari ini.  “Minggu ini sekitar tiga orang saksi. Kita periksa mulai Rabu,” tuturnya.

Reporter M.Adi Saputra/Juremi

Editor Achmad Saichu