Ekskavasi Penemuan Situs di Desa Klurahan

Nganjuk, koranmemo.com – Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, melakukan ekskavasi lokasi penemuan situs di Dusun Sumbergayu Desa Klurahan Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk. Situs yang diperkirakan peninggalan zaman kerajaan Mataram Kuno inipun memunculkan berbagai spekulasi.

Pemilik lahan, Rudianto mengatakan, pertama kali bangunan yang menyerupai tembok diketahui sejak 4 tahun silam. Saat itu, dia sedang menggali tanah untuk menguruk rumah barunya. Namun cangkul yang digunakan untuk menggali tanah membentur benda keras. Karena penasaran, penggalian terus dilakukan lebih dalam hingga kedalaman mencapai sekitar 1,5 meter dari permukaan.Ternyata ditemukan struktur bangunan menyerupai pasangan pondasi rumah. Hanya, bentuk batu bata yang ditemukan, ukurannya lebih besar daripada batu bata pada umumnya, yaitu panjang sekitar 42 cm, lebar 22 cm, dan tebal 12 cm. “Sudah empat tahun lalu, ketika saya menggali tanah untuk uruk rumah,” jelas pria berusia 50 tahun tersebut.

Meski telah menemukan benda aneh, namun ia tidak memberitahukan kepada siapapun. Justru dia menggalinya lebih dalam hingga ditemukan bentuk bangunan memanjang.

“Akhirnya orang-orang melihat dan beritanya menyebar kemana-mana, sampai ke dinas pariwisata datang ke sini untuk melihat, katanya peninggalan zaman kerajaan,” ujarnya.

Sementara itu, Wicaksono Dwi Nugroho, Ketua Tim Eskavasi Penyelamatan Situs BPCB Jawa Timur di Nganjuk menyampaikan, proses eskavasi rencananya dilakukan selama tiga hari, mulai Rabu (20/11) hingga Jumat (22/11). Kendati demikian, proses pengerukan baru sebatas pra-eskavasi. Tahap selanjutnya, menunggu hasil presentasi dari tim eskavasi kepada pimpinan BPCB Jawa Timur, sebelum kemudian disampaikan kepada Bupati Nganjuk.

“Setelah diketahui sebagian struktur bangunan situs, baru kita presentasikan ke pimpinan kami, baru bisa diputuskan bagaimana tindak lanjutnya,” ucapnya, Kamis (21/11).

Terkait hasil pra-eskavasi situs Sumbergayu, Desa Klurahan, tim belum bisa memastikan struktur bangunannya. Karena proses eskavasi belum tuntas. Hanya saja, sementara didapat sebagian permukaan struktur bangunan yang menyerupai tembok pagar dengan lebar sekitar 62 cm, panjang 25 meter.

“Panjang bangunan sementara yang terlihat sekitar 25 meter, tapi masih menyambung. Untuk bentuk bangunan, tim belum bisa menyimpulkan, kita masih mengumpulkan data dulu,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun, awalnya dari ahli BPCB Jawa Timur  menduga sebuah patirtan, umurnya ribuan tahun silam semasa Mataram Kuno. Sedangkan ahli arkeologi dari Badan Arkeologi Yogyakarta menduga sebuah segaran, seperti yang ditemukan di Trowulan. Sebagian lain menduga sebuah tembok istana kerajaan dengan melihat struktur bangunan yang masih utuh dengan bahan batu bata merah berukuran paling jumbo di antara batu bata yang pernah ditemukan selama ini. Terakhir, ada yang menduga sebuah talut, yaitu berupa bangunan sebagai pengaman candi atau bangunan utama.

Kini situs yang ditemukan oleh warga yang sedang menggali tanah uruk itu dalam pengawasan BPCB Jawa Timur.
Sehingga, dilakukan eskavasi menggunakan alat berat agar diketahui bentuk bangunan yang sebenarnya.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date