Ekskavasi Hari Ketiga, Pusat Candi Diperkirakan Berada di Barat Pohon Beringin

Blitar, koranmemo.com – Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto melanjutkan proses ekskavasi di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Rabu (9/10). Pusat candi diperkirakan berada di sisi barat dari pohon beringin tua Punden Joko Pangon itu.

Pada hari ketiga, ekskavasi di Kelurahan Gedog, Tim BPCB kembali menggali dua titik baru. Mereka mencari sudut – sudut candi yang mulai tampak setelah penggalian hari kedua kemarin, Selasa (8/10). Titik pertama berada di sisi selatan Punden Joko Pangon, dan titik kedua berada di sisi barat punden itu.

“Dua titik yang kami gali segaris dengan titik galian kemarin. Kami mencari sudut – sudut bangunan tepi candi, dan sekarang mulai ketemu. Ini baru sebelah selatan, nanti akan kami lanjutkan untuk mencari sudut di sisi utara,” ujar Nugroho Harjo Lukito, Ketua Tim Ekskavasi BPCB Mojokerto.

Sudut – sudut yang sudah terlihat itu, arkeolog mulai memperkirakan keberadaan pusat Candi Gedog. Pasalnya, candi itu pernah disebutkan oleh Raffles dalam bukunya history of java, namun struktur candi sampai saat ini belum diketahui. Justru, terdapat pohon beringin tua yang berdiri di sekitar kawasan yang saat ini dikenal dengan sebutan Punden Joko Pangon.

“Kalau melihat sudut-sudut yang kami temukan, perkiraan pusat bangunan candi berada di bawah gundukan tanah sebelah barat pohon beringin. Bukan di bawah pohonnya,” ujar Nugroho.

Nugroho menambahkan, ekskavasi awal selama lima hari ini hanya mencari sudut – sudut tepi candi. Sedangkan, penggalian pada sisi tengah BPCB masih menunggu Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar.

“Sisi tengah kemungkinan kami lakukan ekskavasi tahun depan. Tapi itu tergantung juga dengan pemerintah daerah. Kami berharap pemerintah daerah mau kerja sama untuk membiayai proses ekskavasi nantinya,” terang Nugroho.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono mengatakan masih menunggu hasil ekskavasi pertama selesai. Setelah itu, pihaknya akan melaporkan ke Wali Kota Blitar. Namun, Tri Iman menegaskan, Pemkot Blitar siap bekerja sama dengan BPCB.

“Tadi dari Bappeda juga sudah cek ke lokasi. Intinya kami siap mendukung proses ekskavasi yang dilakukan BPCB. Lahan yang sekarang di-ekskavasi kebetulan masih milik Pemkot,” katanya.

Ekskavasi awal yang disebut survei penyelematan itu dilakukan selama lima hari. Pada hari kedua kemarin, BPCB Mojokerto sudah menggali dua titik. Titik pertama yang berada di pematang lahan warga ditemukan dugaan struktur anak tangga. Sedangkan titik pertama yang berada di sisi selatan Punden Joko Pangon ditemukan bangunan candi dari bata bentuknya memanjang. Bangunan struktur bata itu sebagai bagian tepi candi yang meyakinkan arkeolog bahwa di sana adalah kawasan percandian.

Reporter Zayyin multazam sukri
Editor Irwan Maftuhin

Follow Untuk Berita Up to Date