Ekskavasi Candi Gedog Blitar Berakhir, Ada Penokohan Sentral Pemujaan 

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya, ekskavasi Candi Gedog dilaksanakan selama 8 hari terhitung sejak Minggu, 4 Oktober lalu. Maka proses ekskavasi berakhir Senin (12/10).

Nugroho Harjo Lukito, arkeolog sekaligus ketua tim penggalian dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCP) Jawa Timur mengatakan, ekskavasi Candi Gedog sudah dihentikan sehari sebelum jadwal yang sudah ditentukan.

Itu karena pihaknya menganggap data yang berada di dalam kotak galian sudah maksimal dan tidak akan ada lagi temuan baru yang di dapat. “Hari ini tinggal kami melakukan pembersihan dan tidak ada temuan baru yang signifikan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, perlu adanya perluasan kotak ekskavasi agar bisa menemukan temuan baru tentang Candi Gedog. Hanya saja pihaknya mengaku, saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan hal tersebut karena mengalami keterbatasan anggaran.

Baca Juga: Tim Ekskavasi Candi Gedog Blitar Temukan Fragmen Arca

Dari hasil penemuan ekskavasi selama delapan hari tersebut, tim belum bisa memastikan jenis bangunan karena diperkirakan galian yang dilakukan masih di bawah 25 persen. Namun, ada perkembangan yang merujuk dari ditemukannya fragmen bagian arca berupa sandaran atau stella, terdapat siras cakra yang berhias pahat ukiran yang menunjukan sebuah langgam yang sering ditemui pada langgam-langgam Singhasari.

“Kami belum  bisa memastikan apakah ini bangunan jenis petirtaan atau candi. Lalu dari atribut yang menempel di siras cakra, menandakan ada satu penokohan yang menjadi sentral pemujaan. Yaitu mencirikan tokoh hariharan, yakni tokoh Siwa dan Wisnu,” tambahnya.

Baca Juga: Induk Candi Gedog Blitar Akhirnya Ditemukan, Diperkirakan di Sini Tempatnya

Menurutnya, hal itu selaras dengan masa Singhasari yang pada waktu itu terdapat sekte yang memuja Siwa dan Wisnu secara sekaligus. Itu diperkuat dengan gambaran atribut temuan berupa cakra dan Agni yang dijadikan satu. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan penggambaran secara detail struktur denah ekskavasi yang nantinya akan digunakan bila ke depan ada upaya rekonstruksi.

reporter: saifudin/abdul aziz wahyudi

Editor: Della Cahaya