Eks Tempat Esek-esek Pasar Muneng Akan Dibangun 2 Los

Madiun, koranmemo.com – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkop & UM) akan bangun dua los di Pasar Muneng, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun sebagai tindak lanjut atas pembongkaran warung esek-esek yang dilakukan Kamis (8/8) kemarin.

Kepala Disperdagkop & UM, Anang Sulistijono mengatakan kegiatan pembongkaran warung yang berada di dalam pasar milik Pemkab Madiun, Pasar Muneng pada Kamis kemarin merupakan sebuah tahapan akhir dari sebuah perencanaan dan telah dilakukan.

Jika sebelumnya sudah ada penataan yang mengarah ke sebuah penertiban, pembongkaran kemarin adalah bagian dari penataan yang sudah ada bentuk kesanggupan dan pernyataan bersama Muspika Kecamatan Pilangkenceng.

“Sudah ada bentuk kesanggupan dan bentuk pernyataan, ketika terjadi sesuatu hal seperti ini lagi, dalam tanda petik, akan kita tindak lanjuti lagi,” katanya, Jumat (9/8).

Mendasar pada rujukan perintah dari Bupati Rabu malam, dengan masukan dari warga Desa Muneng pada Kamis pagi dilakukan pembongkaran terkait dengan warung-warung ilegal yang ada di dalam pasar.

Tidak hanya pembongkaran, menurutnya, pasca pembongkaran Disperdagkop tidak lepas tanggung jawab, pada tahun 2020 mendatang pihaknya berencana untuk melakukan pembangungan los pasar di lahan bekas pembongkaran warung guna menciptakan keadaan pasar yang bersih dan nyaman untuk melakukan aktivitas jual beli selayaknya pasar pada umumnya.

“Bekas bongkaran akan kita bangun los pedagang, los ini diperuntukkan pedagang yang ada maupun masyarakat Desa Muneng,” ujarnya.

Dari 47 warung yang berdiri, hanya enam diantaranya yang merupakan warga asli Kabupaten Madiun, untuk selebihnya merupakan warga Ngawi, Nganjuk bahkan Kediri yang sudah dikembalikan ke daerah masing-masing.

Penataan los akan diprioritaskan untuk warga asli Kabupaten Madiun agar bisa tetap berjualan di pasar. Pembangunan los baru yang berkapasitas kurang lebih 200 pedagang tidak semuanya ditujukan untuk pedagang baru, namun akan di akumulasi dan kolaborasi dengan warga yang terdampak dengan adanya pembongkaran warung tersebut.

Untuk saat ini berpegang pada prinsip bahwa sekat antar warung yang ada di dalam pasar harus kosong dan bersih, untuk kemudian dilakukan pembongkaran los pada Sabtu (10/8) mendatang.

Pembongkaran akan diikuti dengan pelepasan genteng, meratakan besi yang ada bersama-sama dengan masyarakat Desa Muneng. “Selama menunggu, lokasi kita fungsikan untuk tempat parkir sepeda motor. Kita mengoptimalkan di 2020 dari anggaran DAK senilai dua miliyar untuk pembangunan dua los,” paparnya.

Sementara itu, terkait dengan adanya kerusakan pada gerbang pintu pasar dan bagian lainnya, untuk keamanan Dispersagkop akan koordinasi dengan Polsek dan juga Koramil Pilangkenceng terkait pengrusakan aset negara tersebut.
“Akan kita pantau kemudian akan kita tindak lanjuti secara hukum kalau memang tertangkap tangan,” tegasnya.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date