Ekonom Australia Minta Dahulukan Keselamatan Warga

Share this :

Sydney, koranmemo.com – Lebih dari 150 ekonom Australia meminta Pemerintah Australia untuk mendahulukan keselamatan warga, baru memulihkan perekonomian. Senin (20/4), mereka mengirimkan surat terbuka kepada Pemerintah Australia untuk menyarankan pemerintah agar lebih memprioritaskan penanganan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Kami tidak bisa menjalankan fungsi perekonomian secara optimal jika kita belum bisa menyelesaikan masalah krisis kesehatan,” ujar 157 ekonom Australia, dalam surat yang ditulisnya, dikutip dari Reuters (20/4).

Dengan tambahan kasus per hari yang kurang dari 50 kasus, penularan Covid-19 telah menurun di Australia dalam beberapa minggu terakhir. Sejauh ini, jumlah kasus corona di Australia telah mencapai 6.617 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 71 kematian.

Kondisi yang semakin membaik telah menyebabkan banyak pihak mulai menyuarakan pelonggaran kebijakan penanganan yang berlaku. Hal ini disebabkan karena jumlah pengangguran yang terus menigkat dan kondisi psikologis masyarakat yang semakin jenuh terus berada di rumah.

Surat terbuka yang dikirimkan oleh ekonom Australia, menjadi dukungan tersendiri bagi pemerintah untuk terus menjalankan kebijakan penanganan pandemi corona secara komprehensif. Surat tersebut juga menjadi suatu tanda jika para penggiat perekonomian Australia merasa kebijakan yang dilakukan oleh Australia telah berada di jalur yang benar.

Minggu lalu, Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan, tidak akan ada pelonggaran kebijakan penanganan pandemi corona setidaknya untuk empat minggu mendatang. Perpanjangan kebijakan tersebut juga didukung oleh sejumlah pemimpin daerah yang mengimbau warganya utuk tetap mematuhi aturan social distancing.

“Kita telah mempertaruhkan suatu hal yang sangat besar dan sangat banyak. Kami juga tidak bisa menganti semua hal dengan hasil yang diperoleh sekarang, tapi rasa frustasi akan membentuk kita menjadi lebih baik,” ujar Pemimpin Negara Bagian Victoria, Daniel Andrews.

Andrews juga mengatakan, pelonggaran kebijakan untuk penanganan pandemi corona tidak akan terjadi secara signifikan sampai Australia dapat memenuhi sejumlah kondisi. Sejumlah kondisi yang dimaksud oleh Andrew adalah menambah kapasitas tes corona, memperkuat penelusuaran warga yang terinfeksi, dan mempersiapkan respon warganya untuk menghadapi wabah serupa di kemudian hari.

Untuk melakukan hal tersebut, Pemerintah Australia sedang mengupayakan strategi kontroversial yang berupa aplikasi telepon pintar untuk melakukan penelusuran. Meski begitu, Australia masih menunggu setidaknya 40 persen dari jumlah populasi Australia mendaftarkan diri secara suka rela untuk menggunakan aplikasi ini agar strategi ini bisa berfungsi secara efektif.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya