Efek Covid-19, Penjualan Hewan Kurban Turun 50 Persen

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Menjelang Idul Adha, penjualan hewan kurban turun. Bahkan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, penurunannya mencapai 50 persen. Penyebabnya, daya beli masyarakat menurun akibat pandemi Covid-19.

Salah seorang pedagang hewan kurban yang mengalami penurunan penjualan adalah Sadi.”Tahun lalu bisa menjual 30 ekor, sekarang hanya terjual lima ekor. Padahal, tahun ini harga hewan kurban kambing kisaran Rp. 2,5 juta hingga Rp. 3 juta,” ujarnya, Senin (27/7).

Penurunan penjualan hewan kurban tahun ini dibenarkan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemkab Madiun. Kendati telah disiapkan sekitar 20 ribu ekor, hasil dilapangan hewan kurban baru terjual sekitar 5.000 ekor.

“Kita siapkan tahun ini sekitar 20 ribu ekor.  Sampai hari ini, sesuai data di lapangan baru sekitar 5 ribu ternak yang terjual. Karena banyak tempat pemotongan yang dulunya motong sekarang tidak karena adanya Covid-19,” ujar Bagus Sri Yulianta, dokter hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemkab Madiun di sela pemeriksaan kesehatan hewan ternak.

Sisi lain, Senin (27/7) tim dokter hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan juga mulai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak untuk kurban.

“Pemeriksaan dilakukan guna memastikan hewan untuk kurban sehat. Sementara masih normal semua, tidak ada yang menunjukkan gejala sakit,” tambahnya.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu