Edarkan Sabu, IRT Dibekuk

Share this :

Malang, koranmemo.com – Welas Asih Ayu (44) warga Jalan Muharto, Kota Malang hanya bisa pasrah saat digelandang petugas ke ruang penyidikan Satreskoba Polres Malang, Selasa (5/11) sore, setelah didapati nekat mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu.

Ironisnya pelaku ini dibekuk setelah beberapa Minggu kemarin sang suami juga ditangkap atas kasus yang sama.Kini guna mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku diamankan guna proses penyidikan lebih lanjut.

Kasat Reskoba Polres Malang, AKP Anton Widodo, mengatakan jika pelaku merupakan sindikat jaringan narkoba di Kota Malang dan Kabupaten Malang. ”Tersangka yang baru saja kami amankan ini, diringkus petugas saat yang bersangkutan sedang berada di kediamannya. Tersangka kami amankan karena terlibat peredaran narkoba jenis sabu-sabu,” terangnya, Rabu (06/11).

Saat diringkus petugas di rumah tersangka yang berlokasi di Kota Malang, petugas mendapati satu poket sabu dari tangan pelaku. Sabu seberat 4,10 gram itu disimpan tersangka di saku celananya.

“Tersangka Welas bertugas sebagai pengedar narkoba. Sekitar dua pekan lalu, suaminya juga ditangkap Polres Malang Kota karena kasus serupa,” jelasnya.

Terungkapnya jaringan narkoba ini berawal dari tertangkapnya dua orang kurir yang disuruh tersangka untuk mengantarkan narkoba. Kedua kurir tersebut diketahui masih tetangga tersangka Welas, yakni bernama Moch Yunus alias Bimbim (32) dan Sutrisno (39).

”Kedua tersangka yang berperan sebagai kurir ini kami amankan sesaat setelah mengantarkan sabu ke wilayah Kecamatan Gondanglegi,” ungkapnya.

Ketika diamankan, petugas menyita beberapa poket sabu dengan berat total mencapai 38,34 gram. Lantaran tertangkap tangan, kedua pelaku akhirnya hanya bisa pasrah saat digelandang petugas ke Satreskoba Polres Malang.

Di hadapan penyidik, keduanya mengaku jika disuruh oleh Welas Asih Ayu. Berawal dari pengakuan tersebut, sekitar satu jam kemudian polisi yang melakukan pengembangan berhasil mengamankan pelaku saat yang bersangkutan berada di rumahnya.

”Terhadap ketiga tersangka kami jerat dengan ketentuan perundang-undang nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika. Sedangkan ancamannya adalah kurungan penjara selama 12 tahun,” tegasnya.

Dihadapan petugas tersangka Welas mengaku mendapatkan pasokan barang  tersebut, dari salah seorang temannya yang dikenal dari suaminya. Sedangkan cara bertransaksi adalah dengan menggunakan sistim ranjau. Dimana setelah uang ditransfer dan diterima sang bandar, Welas akan dipandu melalui telepon untuk mengambil paketan yang sebelumnya sudah diantarkan oleh orang suruhan sang bandar.

”Saya terpaksa menjadi pengedar karena disuruh suami, uang hasil penjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata ibu dua anak ini.

Sekali bertransaksi, lanjut Welas, dirinya bisa memesan hingga puluhan gram sabu. Setelah mendapatkan kiriman, barang haram itu kemudian dibagi menjadi beberapa poket sebelum akhirnya dijual. ”Satu gram sabu biasanya saya jual seharga Rp 1,3 juta,” pungkasnya.

Editor Arief juli prabowo