E-tilang, Perlu Tambahan CCTV

Kediri, koranmemo.com –Kasatlantas Polresta Kediri AKP Indra Budi Wibowo mengatakan, harus ada persiapan yang matang sebelum diterapkannya tilang elektronik atau E-tilang. Selain membutuhkan kamera pengawas (CCTV) dengan jarak rekam tinggi, penambahan CCTV juga diperlukan.

Kasat lantas Polresta Kediri,  menjelaskan, di wilayah hukum Polda Jatim mulai menerapkan E-tilang, seperti di Surabaya. “Di Surabaya sudah mulai diterapkan ya, tapi sebelumnya juga persiapannya matang. Terutama sarana dan prasarana (sarpras) CCTV,” jelasnya, Jumat (14/2).

Untuk di Kota Kediri sendiri, lanjutnya, sementara kamera yang dipasang di tiap persimpangan jalan dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Meskipun ada beberapa CCTV di tiap persimpangan jalan, namun harus ada penambahan lagi. Karena, untuk merekam dan mengambil foto pelanggaran yang dilakukan pengguna jalan, harus dari beberapa sisi.

Misalnya, kata AKP Indra, pengambilan tidak hanya dari sisi depan, tapi juga dari sisi samping atau belakang pengguna jalan (pengendara dan pengemudi). Rekaman atau foto ini nantinya akan menjadi bukti bahwa pengguna jalan melanggar peraturan lalu lintas, baik lampu rambu-rambu lalu lintas maupun kendaraan yang tidak sesuai spek tek.

Bukti tersebut, akan diserahkan kepada yang bersangkutan, dalam hal ini baik pengemudi maupun pengendara. Selain bukti yang dikirimkan ke alamat rumah, dari Satlantas juga memberikan surat tilang dengan keterangan pelanggaran bahkan lengkap jumlah denda yang harus ditanggung.

Namun, selain persiapan dan penambahan CCTV, koordinasi pihak kepolisian dan pemerintah daerah (pemda) harus sejalan. Seperti koordinasi mengenai data kendaraan dan pemilik. “Tantangan di masyarakat, pastinya harus dilakukan sosialisasi terlebih dahulu, dan masa percobaan. Lainnya, kendaraan biasanya tidak sesuai alamat, karena dibeli second,” ucapnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor :  Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date