Dugaan Pungli, Satpol PP Kota Didemo

Mojokerto, koranmemo.com – Puluhan warga yang tergabung dalam aliansi warga Kota Mojokerto, Kamis (3/11), menggelar aksi demonstrasi di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto yang ada di Jalan Bhayangkara Kota Mojokerto. Warga menuntut hasil rekrutmen 70 Banpol Satpol PP dibatalkan karena dituding sarat pungli.

Datang dengan membentangkan poster dan spanduk berisi tuntutan, massa melakukan orasi secara bergantian. Penjagaan ketat pun dilakukan polisi untuk mengantisipasi aksi anarkis. “Hasil rekrutmen dan seleksi 70 personil Banpol Satpol PP Kota Mojokerto tidak transparan dan sarat pungli,” kata Koordinator aksi, Ignasius Tungga kepada wartawan di lokasi.

Ignasius menjelaskan, indikasi adanya pungli dalam rekrutmen Banpol Satpol PP Kota Mojokerto tahun 2016 menguat dengan tidak adanya sosialisasi tentang rekrutmen. Dia menuding itu sengaja dilakukan Satpol PP untuk melancarkan praktik pungli. “Bahkan ada warga yang ditawari oknum mengatakan akan diterima jika membayar sejumlah uang. Mulai dari Rp5 juta sampai Rp10 juta. Ada informasi, dari sejumlah anggota dewan dan eselon II yang menitipkan atau mendapat jatah dalam rekrutmen Banpol tersebut,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, lanjut Ignasius, aliansi warga Kota Mojokerto menuntut agar hasil rekrutmen Banpol dibatalkan dan menggelar seleksi ulang. “Kami juga minta agar Walikota Mojokerto memastikan transparansi dan menjamin bebasnya seluruh proses rekrutmen PNS dan tenaga honorer di lingkungan Pemkot Mojokerto dari segala bentuk praktik KKN dan pungli,” harapnya.

Sementara Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Mashudi menampik tudingan pendemo. Dia menegaskan proses rekrutmen Banpol dilakukan secara transparan dan tanpa pungli. “Rekrutmen dimulai September setelah ada persetujuan dari DPRD. Insyaallah kita sudah melakukan yang baik untuk warga,” tandasnya. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date