Dugaan Korupsi Proyek TPST, Kejari Sidoarjo Tahan Satu Tersangka Baru

Sidoarjo, koranmemo.com – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo menahan Ari Lukmanul Hakim usai menjalani serangkaian pemeriksaan. Pasalnya, ia diduga korupsi saat menjadi konsultan pengawas dalam proyek Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).

“Dia ditetapkan tersangka bersamaan dengan tersangka lain. Dan hari ini, setelah pemeriksaan diputuskan untuk ditahan,” ungkap Adi Harsanto, Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo.

Ari Lukmanul Hakim dianggap harus bertanggung jawab dalam perkara tersebut. Saat itu dirinya sebagai konsultan pengawas yang bertugas mengeluarkan rekomendasi proyek selesai atau tidaknya.

Dalam kasus tersebut, ditemukan adanya keterlambatan dan spesfikasi yang tidak sesuai. Namun, kondisi tersebut tetap diloloskan olehnya.

Saat ini Ari mendekam dibalik jeruji Lapas Kelas 2A Sidoarjo. Ia digelandang petugas dari ruang penyidikan pidana khusus Kejari Sidoarjo menuju Lapas.

Dalam proses tersebut, tersangka berusaha diam. Dia seperti sudah pasrah dengan apa yang harus dijalaninya. “Pasal yang dijeratkan sama dengan dua tersangka sebelumnya. Yakni Pasal 2 ayat 1 jo 18, dan pasal 3 ayat 1 jo 18 Undang-undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Serta pasal 55 ayat 1 KUHP,” urai Kasi Pidsus.

Sebelumnya, dua tersangka dalam kasus ini sudah ditahan oleh Kejari Sidoarjo. Mereka adalah Abdul Manan, kontraktor pelaksana proyek dan Nur Ahmad, PNS di Dinas Lingkungan Hidup yang bertindak sebaga Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) proyek TPST Pasar Larangan, Pasar Taman, dan Pasar Krian di Sidoarjo.

Artinya, sekarang ini sudah ada tiga tersangka yang ditahan oleh Kejari Sidoarjo dalam perkara tersebut. Dan diakui penyidik, masih terbuka kemungkinan bakal ada tersangka lain dalam pengerjaan proyek pembangunan TPST di sejumlah pasar di Kota Delta tersebut.

Proyek itu berlangsung pada tahun 2017 dengan nilai anggaran APBD sebesar Rp 586.856.000. Seharusnya tuntas di tahun itu tapi tidak tuntas, malah dilanjutkan pada tahun 2018.

Tak hanya pekerjaannya yang molor, hasil dari proyek juga diketahui amburadul. Sejumlah TPST yang dikerjakan tersebut beberapa itemnya diketahui tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan.

Berawal dari kecurigaan beberapa pihak, proyek ini kemudian diusut penyidik kejaksaan dan akhirnya terungkap bahwa memang ada dugaan korupsi dalam pelaksanaannya.

Reporter Yudhi Ardian
Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date