Dua Warga Bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Sebanyak dua warga asal Kabupaten Madiun hingga kini masih bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo. Mereka bertahan bersama puluhan pengikut setia Dimas Kanjeng dari beberapa daerah.

Informasi didapat, kedua warga Kabupaten Madiun yang terdeteksi berada di padepokan itu berasal dari Kecamatan Balerejo dan Kecamatan Wonoasri. Mereka masing-masing berinisial S, asal Desa Kuwu dan IN asal Desa Bancong.

Kepala Desa Kuwu Yudi Maharlika membenarkan, jika S adalah warga desanya dan telah meninggalkan rumah kira-kira sudah tiga bulan lalu. “Dia masih ada di Padepokan Dimas Kanjeng dan tidak bersedia pulang,” ungkapnya.

Terkait itu, pihaknya juga sudah dikonfirmasi oleh pihak Polres Madiun. “Rencana Senin besok (hari ini) petugas polres akan datang ke Desa Kuwu, ya untuk mencari kejelasan tentang warga saya itu,” katanya.

Ditambahkan, pihak desa akan berupaya menanggung masalah biaya pemulangannya, jika yang bersangkutan bersedia pulang. “Demi warga saya, kami akan ikhlas menjemputnya, tapi masih akan di koordinasikan dulu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bancong Ibnu Sujono juga membenarkan, jika IN adalah penduduknya. Menurut dia, Imam meninggalkan rumah bersama anak dan istrinya sejak lima bulan lalu. “Kita sudah berusaha mencari tahu keberadaan yang bersangkutan. Karena dia itu khan Kamituwo (kepala dusun),” jelasnya.

Bahkan, secara kedinasan, pihaknya telah menyurati yang bersangkutan melalui orangtuanya hingga tiga kali. “Karena sudah lama tidak melaksanakan tupoksi, tapi sejauh ini ya tidak ada kejelasan, malah nggak mau pulang dia itu,”‎ ujarnya.

Disinggung soal sanksi yang akan dijatuhkan, Ibnu mengatakan,  dimungkinkan yang bersangkutan akan dicopot dari jabatannya. ‎”Kita sudah mulai koordinasi koordinasi termasuk dengan BPD,” tegasnya.

Kepala Bakesbangpoldagri Kabupaten Madiun Agus BW mengaku, sampai saat ini pihaknya belum memiliki data korban Dimas Kanjeng. “Ya baru sebatas informasi, untuk datanya belum ada, mungkin mereka malu melapor,” ujarnya.

Apabila kabar mengenai warga Kabupaten Madiun terdampar di Padepokan Dimas Kanjeng ‎benar adanya, pihaknya siap melakukan penjemputan. “Kebenarannya akan kita tanyakan dulu ke Pemkab Probolinggo, bisa jadi korban nanti kita jemput,” tandasnya. (jur)