Dua Tower di Mojoagung Akhirnya Disegel Satpol PP

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jombang, akhirnya menyegel dua tower yang telah berdiri di wilayah Kecamatan Mojoagung, masing-masing satu tower di Dusun Karobelah Satu Desa Karobelah dan satu tower di Desa Gambiran, yang belum memiliki izin lengkap, Kamis (31/10) siang.

PeLenyegelan pertama kali dilakukan di tower yang ada di Dusun Karobelah Satu Desa Karobelah Kecamatan Mojoagung. Usai melakukan penyegelan di Desa Karobelah, petugas melanjutkan penyegelan di Desa Gambiran.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Jombang Wiko F. Diaz mengatakan, penyegalan dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jombang, untuk memastikan perizinan yang telah dikantongi pihak pemilik tower seluler.

Dari koordinasi yang dilakukan, Satpol PP memastikan jika pemilik belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sehingga dilakukan penyegelan.

“Memang masih sekedar Izin Pemanfaatan Ruang (IPR). Jadi kita hentikan dulu sementara, sampai selesai (perizinannya, red). Dan ternyata, memang tower di Desa Karobelah dan Desa Gambiran ini dimiliki oleh PT yang sama. Sehingga dua-duanya kita segel,” kata Wiko kepada wartawan.

Penyegelan ini menurut Wiko, sekaligus sebagai peringatan terhadap perusahaan terkait, agar tidak melakukan kegiatan yang sama di titik lokasi lain, selama izin lengkap belum mereka kantongi. “Informasi yang sudah masuk, rencana ada 15, 13 diantaranya sudah dikeluarkan IPR oleh perijinan,” paparnya.

Masih menurut Wiko, pihaknya melalui Satpol PP Kecamatan Mojoagung, juga akan mengawasi ada tidaknya aktivitas pasca penyegelan. “Perusahaan juga kami minta agar tidak merubah, merusak segel yang kami pasang,” tandasnya.

Camat Mojoagung, Aminatur Rokhiyah menyatakan siap membantu pengawasan dua tower yang disegel. “Insya Allah tim dari kecamatan siap membantu pengawasan,” katanya sembari mengatakan belum ada temuan tower seluler bermasalah lainnya, selain dua tower tersebut.

Budi Suwarno, pelaksana pembangunan tower mengaku akan mengikuti aturan selama penutupan dilakukan. “Kita mengikuti sesuai prosedur saja sampai perizinan selesai. Soalnya untuk perizinan dan pembangunan ini beda divisi,” tutup Budi.

Sementara itu, sebelum proses penyegelan, pihak satpol juga terlebih dahulu membacakan Berita Acara Penutupan, dimana Satpol PP bertindak atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, berdasarkan Surat Perintah Tugas Kepala Satpol PP bernomer : 090/950/415.40/2019.

Reporter Taufiqur Rahman/ Agung Pamungkas

Editor Achmad Saichu