Dua Residivis Kasus Narkotika di Jombang Kembali Masuk Bui

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Dua pria yang merupakan residivis kasus narkotika, Slamet Basuki alias Cak Bas (47),  pekerja konstruksi, warga Desa Janti Kecamatan Mojoagung dan Suwiknyo alias Sinyo (32), sopir, asal Desa Pulosari Kecamatan Bareng, terpaksa kembali masuk bui atau tahan polisi.

Ini setelah keduanya ditangkap polisi karena kembali terlibat dalam peredaran kasus narkotika golongan satu jenis sabu-sabu. Dari keduanya, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

“Keduanya ditangkap Senin (31/8) di rumah masing-masing. Tersangka Slamet Basuki atau Cak Bas berperan sebagai bandar, ditangkap sekitar pukul 18.30 WIB. Sedangkan tersangka Suwiknyo ditangkap sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP Mochamad Mukid.

Menurut Mukid, pihaknya terlebih dahulu menangkap Slamet Basuki, yang menjadi TO (target operasi) karena pria berperawakan kurus ini diketahui kembali terlibat dalam peredaran narkotika di kota santri.

Dari penangkapan yang dilakukan, petugas berhasil menyita barang bukti antara lain satu kaleng bekas rokok gudang garam surya yg di dalamnya terdapat, satu plastik klip berisi sabu dengan berat kotor 4,60 gram. Kemudian satu bungkus bekas korek api yg didalamnya terdapat 4 plastik klip berisi sabu dgn berat kotor masing-masing 0,97 gram, 0,29 gram, 0,21 gram, 0,20 gram, dengan total berat sabu keseluruhan 6,27 gram. Empat plastik klip kosong bekas pembungkus sabu.

“Barang bukti lain yakni satu bungkus bekas rokok dji sam soe yg didalamnya terdapat sebuah pipet kaca dan 4 potongan sedotan plastik sbg scrop. Seperangkat alat hisap sabu yg sudah terakit berikut pipet kaca. Sebuah korek api. Satu buah timbangan elektrik warna hitam. Sebuah HP Samsung warna hitam dan uang tunai sebesar Rp 350 ribu,” papar Mukid.

Tidak berhenti dari sini saja, petugas segera melakukan pengembangan. Hingga akhirnya petugas kembali menangkap satu tersangka lagi, yakni Suwiknyo

Dari pria yang dikenal dengan panggilan Sinyo itu,  petugas menyita barang bukti terdiri dari sebuah pipet kaca diduga masih ada sisa sabu habis dipakai, dengan berat kotor 1,12 gram. Dua potong sedotan plastik sebagai scrop. Satu plastik klip kosong bekas wadah sabu, seperangkat alat hisap sabu yg sudah terakit atau bong, sebuah buah korek api, sebuah HP merek Realme warna hijau kombinasi hitam berikut simcardnya dan uang tunai sebesar Rp 200 ribu.

Baca Juga: Jumlah Pendonor Berkurang, Stok Kantong Darah Masih Aman

Baca Juga: BPK Jatim Bantah Pegawainya yang Menularkan Covid-19

Selanjutnya, kedua pria tersebut digelandang ke Mapolres Jombang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Karena barang bukti sabu dari tersangka Slamet Basuki lebih dari 5 gram, maka ia dijerat Pasal Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) UURI no.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan Suwiknyo dijerat Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UURI no.35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkad Mukid.

Reporter : Taufiqur Rachman / Agung Pamungkas

Editor: Della Cahaya