Dua Pelaku Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 17,3 M di Bandara Juanda Kabur

Sidoarjo, koranmemo.com – Tim gabungan dari Bea dan Cukai Juanda, petugas Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Surabaya I dan Lanudal Juanda berhasil menggagalkan penyelundupan baby lobster.

Sebanyak kurang lebih 113.300 ekor, diantaranya baby lobster mutiara sebanyak 6.905 ekor dan baby lobster pasir sebanyak 106.395 ekor yang total nilainya mencapai Rp 17,3 miliar.Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto mengungkapkan, penggagalan penyelundupan baby lobster bermula dari adanya laporan.

“Modusnya, disimpan di dalam empat koper dan diduga dibawa dua orang penumpang melalui Terminal 2 Bandara Juanda di Sidoarjo. Setelah kami tindak lanjuti ternyata benar,” terangnya saat dihadapan awak media, Senin (24/6/2019).

Dikatakan Budi, petugas mencurigai dua orang bernama Iswanto dan Iskandar sebagai pemilik empat koper yang berisi Baby Lobster tersebut.

Sejurus kemudian, dua orang pembawa koper, diduga sudah kabur saat petugas mencurigai.
“Saat petugas mencari di kursi penumpang, ternyata dua orang tersebut sudah tidak ada,” tambahnya.

Koper berisi baby lobster tersebut diamankan saat sudah berada di lambung pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA854.

Sesuai kemasannya, Budi sapaan akrabnya, barang tersebut hendak dibawa ke Singapura. Kemungkinan barang tersebut dibawa ke Vietnam. “Singapura hanya tempat transit saja,” imbuhnya.

Dijelaskan Budi lebih jauh, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait penyelundupan baby lobster itu. Beberapa data penumpang yang membawa empat koper berisi baby lobster tersebut sudah dikantongi. “Data pembawa sudah kami ketahui, kini masih kami selidiki,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pengawasan Pengendalian dan Informasi BKIPM I Surabaya Wiwid Supriono mengatakan,  barang bukti yang berhasil diamankan tersebut secepatnya akan dilepasliarkan. “Secepatnya. Karena kalau tidak, resikonya kematian,” pungkas Wiwid.

Pihaknya menyebut jika lokasi pelepas liaran tersebut tentunya di perairan yang lingkungan hidupnya cocok buat lobster. Ia menyebut bakal melepasliarkan di wilayah perairan Banyuwangi atau Probolinggo. “Biasanya, kita lepas liarkan di perairan Banyuwangi atau di perairan Probolinggo,” pungkasnya.

Reporter Yudhi Ardian

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date