Dua Pekan, Libas 7 Kriminalis Narkoba

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Satreskoba Polres Blitar Kota menangkap tujuh kriminalis, selama dua pekan berturut turut atas kasus narkoba. Rinciannya kasus narkotika jenis sabu, 1 kasus obat keras berbahaya (okerbaya), dan 1 kasus psikotropika.

Tujuh tersangka itu masing-masing, SA (22), HJ (31), Sug (34), DA (32), Gew (50), ED (35), dan MFS (24). Tersangka berinisial SA ditangkap karena didapati mengedarkan sediaan farmasi jenis pil dobel L kepada sauadara MS.

“Pelaku menjual kepada MS dengan harga Rp 50 ribu, dan mendapatkan sebanyak 18 butir,” kata Iptu Suryadi, Kasat Resnarkoba Polres Blitar Kota, Selasa (6/10).

Menurut keterangan pelaku, pil dobel L itu didapatkan dari seorang yang berinisial D dan sudah sebanyak tiga kali. Pelaku mengenal D dari temannya dan mengaku hanya berkomunikasi melalui ponsel.
“Sampai saat ini kami masih mendalami hp dari pelaku, untuk melacak keberadaan dan keterkaitan dengan D,” katanya.

Baca Juga: Kasat Resnarkoba Polres Kediri: Peredaran Narkoba di Kabupaten Kediri Masih Tinggi

Untuk kasus pengedaran narkoba golongan I bukan tanaman jenis sabu dan golongan I jenis tanaman ganja. Pelaku inisial HJ ditangkap pada 27 September 2020, terbongkar saat pelaku mengalami kecelakaan di simpang empat Poluhan , Ponggok.

Bermaksud untuk mengamankan pelaku karena kecelakaan, aparat membawa pelaku ke kantor Polsek Ponggok, dan membuka tas pelaku untuk mengetahui identitas yang bersangkutan.

Hasilnya didapati 2 paket ganja, dan 3 paket sabu. Mengetahui hal itu anggota Polsek Ponggok segera memanggil Opsnal Satresnarkoba Polres Blitar Kota yang piket untuk dilimpahkan.

Baca Juga: Rem Blong, Truk Nyemplung Jurang di Blitar Sedalam 25 Meter

“Berdasarkan hasil Interogasi diketahui pelaku mendapatkan sabu tersebut dari temannya yang berinisia Sug yang tinggal di Ngantru Kabupaten Tulungagung,” tutur Iptu Suryadi.

Dari keterangan tersebut, aparat kepolisian melakukan penggerebekan di rumah Sug dan dapat mengamankan pelaku. Dari pengakuannya, narkoba itu didapatkan dari seorang berinisial Mal.

“Setelah dilakukan pendalaman ternyata yang bersangkutan sudah tertangkap dan sedang menjalankan hukuman di Lapas Kediri,” papar Suryadi.

Baca Juga: Induk Candi Gedog Blitar Akhirnya Ditemukan, Diperkirakan di Sini Tempatnya

Selain itu, aparat kepolisian juga menggerebek rumah MFS alias Bahak yang berlokasi di RT 23/RW 06 Dusun Sumberkepuh Desa Butuh Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sebagai penjual pil psikotropika merek Rlriklona clonazepam kepada Har.

Petugas menemukan 20 papan dengan total 200 butir pil psikotropika riklona clonazepam yang disembunyikan di kandang kambing belakang rumahnya. Setelah dilakukan introgasi, Bahak ini mengaku juga membeli dari Mal.

“Para tersangka ini adalah jaringan Lapas Kediri dan bertransaksi menggunakan cara atau sistem ranjau,” kata Iptu Ahmad Rochan, Kasubag Humas Polres Blitar Kota.

Baca Juga: Menanggapi SE Kemenkes, Penetapan Harga Swab Test Tertinggi Rp 900 Ribu

Sedangkan tersangka inisial DA, Gew, dan ED memiliki kasus yang serupa yaitu mengedarkan narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu. Polisi mengamankan DA saat dirinya hendak melakukan transaksi dengan seseorang. Untuk Gew dan ED, aparat melakukan penangkapan di tempat terpisah. Gew ditangkap setelah aparat melakukan penggerebekan di rumahnya yang beralamat di RT 03/RW 05 Dusun Sukorejo Desa Tambakan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar.

Selanjutnya atas informasi yang ia berikan, polisi dapat menangkap ED yang dalam hal ini sebagai penjual dengan cara memancing menggunakan ponsel milik Gew.

“Berdasarkan hasil interogasi terhadap Erwin diketahui sabu tersebut diperoleh dari temannya yang dikenal saat adu ayam yang berinisial Ed yang tinggal di Pujon Kabupaten Malang,” ungkapnya. Dikarenakan masih minimnya informasi tentang Ed, polisi masih terus melakukan pendalaman.

Baca Juga: Protes UU Cipta Kerja, Dewan Kota Blitar Dikirimi Bunga Duka

Dari hasil penangkapan selama dua pekan itu, aparat mengamankan sejumlah barang bukti seperti, 966 butir pil dobel L; 5,49 gram ganja; 3,18 gram sabu; 213 butir riklona clonazepam; dan 6 unit ponsel milik tersangka. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan hukuman sesuai dengan peran masing.

“Pengedar narkoba golongan 1, kami jerat dengan pasal 114 dan 112 RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, untuk pengedar pil double L dan psikotropika, masing-masing kami sangkakan dengan pasal 12, pasal 16 UU RI Nomor 5 tahun 1997 dan pasal 196 UU RI Nomor 36 tahun 2009,” tegasnya.

Reporter: Saifudin/Abdul Aziz Wahyudi

Editor: Muji Hartono