Dua Pasien DB Meninggal Dunia

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com – Kasus demam berdarah di Trenggalek terus meningkat. Hingga Kamis (13/2) sore, jumlah penderita demam berdarah mencapai 76 pasien. Data itu berdasarkan rekapitulasi 19 puskesmas dari 22 puskesmas tersebar di 14 kecamatan di Trenggalek. Dua pasien dari puluhan orang yang terjangkit virus yang dibawa nyamuk aedes aegypti itu dinyatakan meninggal dunia.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek, Saeroni mengatakan, pasien yang meninggal itu adalah warga Kecamatan Tugu dan Kecamatan Trenggalek. “Satu pasien meninggal pada awal tahun, dan korban lainnya pada bulan (Februari) ini,” kata Saeroni.

Jumlah pasien demam berdarah ini jika dibandingkan dengan tahun lalu, kata Saeroni terbilang wajar. Sepanjang tahun 2019 sebanyak 507 pasien positif demam berdarah, 5 diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Namun jika dilihat dari jumlah korban jiwa, wabah demam berdarah saat ini patut diwaspadai. “Pada tahun 2018 sebanyak 206 kasus dan 3 pasien meninggal dunia,” ujar Saeroni.

Meskipun demikian masyarakat patut waspada dan meningkatkan kebersihan lingkungan seiring langkah pemerintah melakukan upaya pencegahan. Diantaranya pemberian abate, ikanisasi hingga pemberantasan sarang nyamuk. “Kami juga sudah lakukan fogging di beberapa titik. Ada empat daerah endemis, yaitu Kecamatan Trenggalek, Durenan dan Pogalan,” jelasnya.

Mewabahnya kasus demam berdarah ini disebabkan banyak faktor. Diantaranya adalah peralihan musim sehingga banyak air yang menggenang di beberapa titik. Untuk itu pihaknya mengajak masyarakat untuk sama-sama memberantas sarang nyamuk demam berdarah. “Selain itu kami imbau kenali gejala sejak dini dan segera lakukan pemeriksaan” pungkasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, wilayah kerja Puskesmas Rejowinangun tercatat menjadi daerah penyumbang kasus demam berdarah tertinggi ketimbang di puskesmas daerah lainnya. Sedikitnya terdapat sebanyak 13 pasien menjalani rawat jalan di puskesmas terdekat. “Jika tak membaik, kami sarankan untuk dirujuk,” kata Kepala Puskesmas Rejowinangun, Iwan Setiawan.

Rata-rata pasien yang terjangkit demam berdarah berusia anak. Pasalnya nyamuk tersebut biasanya menggigit waktu pagi hingga siang disaat mayoritas anak-anak tengah beraktifitas. Kondisi ini terlihat dari 32 pasien anak dari total 54 pasien demam berdarah yang dirujuk ke RSUD Dokter Soedomo Trenggalek. “Per hari ini (kemarin, Kamis (13/2) ada 54 pasien,” kata humas rumah sakit, Sudjiono.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date