Dua Klinik Medical Check Up Di-black List Pemerintah Taiwan

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Dua klinik pemeriksa kesehatan (Medical Check Up) di Ponorogo, di black list ( tidak diakui.red) oleh pemerintah Taiwan. Hal ini menyusul ditemukanya sejumlah laporan hasil pemeriksaan kesehatan yang dikeluarkan dua klinik ini tidak memenuhi persyaratan.

Dalam pengumuman yang dikeluarkan Tiepe Economic Trade and Office (TETO) di Jakarta tertanggal 23 Oktober lalu itu. Menyatakan Klinik Ultra Medica dan Rosela Indah Medical Center Ponorogo, tidak lagi diakui ( black list) atas hasil Medichal Check Up (MCU) yang dikeluarkan guna mengurus visa umum maupun visa Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan tujuan Taiwan terhitung 2 November mendatang.Dua klinik MCU ini diketahui banyak digunakan perusahaan Pelaksana Penempataan Tenaga Kerja Indonesia (PPT-KIS) di Ponorogo, untuk memeriksakan kesehatan calon PMI asal Ponorogo sebelum berangkat ke negara tujuan.

Ketua DPRD Ponorogo Sunarto membenarkan kasus ini. Ia menyayangkan apa yang dilakukan dua klinik kesehatan ini. Pasalnya, hal ini akan mempengaruhi proses pemberangkatan PMI asal Ponorogo yang menggunakan jasa dua klinik tersebut.” Jelas menyayangkan.  Pemda bersungguh-sunguh dalam membantu temen-temen PMI, baik proses berangkat sampai kembali lagi, berusaha temen-temen Migran tidak menjadi korban,” ujarnya, Rabu (30/10).

Politisi partai Nasdem ini pun, mendesak Pemkab segera melakukan investigasi terhadap dua klinik tersebut. Bahkan, ia meminta Sat-Reskrim Polres Ponorogo turun tangan guna mengungkap dugaan praktik jual beli hasil MCU dari dua klinik tersebut. Ia tidak ingin terjadi kasus PMI Ponorogo dipulangkan gara-gara MCU yang tidak sesuai.

” Dinkes atau Disnaker  harus investigasi secara sungguh-sungguh dan ditindak tegas. Bila perlu Reskrim juga turun tangan. Kami tidak ingin masyarakat jadi korban gara-gara prosedur yang tidak dilalui secara benar. Ketika ada perusahaan seperti ini sudah lama hrs diurai betul, secara teknis memang salah atau faktor lain,” pungkasnya.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu