Dua Kaki Ditembak, Residivis Tumbang

Tulungagung, koranmemo.com- Hariyadi (28) residivis  warga Desa Notorejo Kecamatan Gondang terpaksa ditembak kedua kakinya oleh buser Polres. Karena ketika ditangkap di warung kopi dekat rumahnya melarikan diri Senin (11/12) sekitar pukul 23.00 WIB.

Tersangka kasus pencurian motor dibawa ke RS Bhayangkara untuk dikeluarkan dua proyektil bersarang di kakinya. Kini tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres.

 Barang bukti yang diamankan berupa sepeda motor merk Honda Vario AG 2623 RBW warna merah, dan Honda Beat AG 6242 RAG warna merah, dan Yamaha Vixion AG 3187 ZC warna merah. Honda Vario AG 2623 RBW milik Susilowati (43) warga Kelurahan Karangwaru Kecamatan Tulungagung, yang dicuri Rabu (22/11) silam.

Kapolres AKBP Yong Ferrydjon melalui Kasatreskrim Mustijat Priyambodo mengatakan penangkapan tersangka berawal dari laporan  seseorang, yang pernah ditawari untuk membeli motor milik tersangka. Akan tetapi ketika ditanya soal BPKBnya. Hariyadi selelu berkelit. Akhirnya transaksi motor itu dilaporkan ke polisi.

“Calon pembeli motor mencatat ciri-ciri tersangka beserta identitasnya, dan sepeda motor,” katanya.

Dijelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan motor yang hendak dijual merupakan hasil kejahatan pencurian di daerah Kelurahan Karangwaru.”Sedangkan tersangka idiketahui seorang residivis,” ujarnya.

Dikatakan, selanjutnya polisi mencari keberadaan tersangka. Dia berada di warkop dekat rumahnya. Kedatangan polisi tercium oleh tersangka sehingga dia langsung  melarikan diri.

“Saat itu petugas sudah memberikan tembakan peringatan, karena tidak diindahkan akhirnya ditembak kakinya,” tegasnya.

Masih menurut Mustijat, saat itu tersangka langsung diminta untuk menunjukkan barang bukti hasil curiannya. Motor curian disimpan di rumahnya. Tersangka juga mengaku mencuri Honda Beat AG 6242 RAG tahun 2013 warna merah di Desa Plandaan Kecamatan Kedungwaru beberapa minggu lalu.

“Tersangka akan dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara,” pungkasnya.

Berdasarkan cacatan kepolisian. Dia pernah dipenjara karena mencuri handphone di Rumah Sakit Umum Daerah RSUD dr. Iskak.

Reporter: Yoppy Sandra Wijaya

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.