Dua Jabatan Segera Dilelang

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Sebanyak 718 pejabat Pemerintah Kota Kediri yang menduduki susunan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru akhirnya resmi dikukuhkan di GOR Joyoboyo, Selasa (3/1).  Untuk Eselon II ada 2 jabatan yang masih kosong, yakni Kepala Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) dan Kepala Bappeda Kota Kediri.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menuturkan, dua jabatan tersebut dalam waktu dekat akan dilelang. Untuk sementara, Satpol PP masih dipimpin oleh Kepala Satpol PP sebelumnya yakni Ali Mukhlis, sedangkan Bappeda dipimpin oleh Sekkota Kediri, Budwi Sunu selaku pelaksana tugas. Namun untuk kapan pastinya lelang tersebut dibuka, walikota muda ini masih enggan memberitahu. Dia hanya berharap, dua jabatan tersebut bisa segera terisi.  “Saya berharapnya bisa cepat,” ujar Abu.

Abu juga mengatakan, dalam penyusunan OPD baru ini, hal yang menjadi pertimbangan utama adalah integritas dan hasil yang diberikan oleh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan pejabat-pejabat di dalamnya untuk masyarakat. “Jika hanya sekedar menyerap anggaran saja, semua orang dan SKPD bisa. Namun bagaimana outcome dari anggaran yang keluar itulah yang saya jadikan pertimbangan,” jelasnya.

Sebenarnya, tak banyak pergeseran yang terjadi pada jajaran Eselon II.  Wajah-wajah lama masih menduduki posisi mereka masing-masing. Perubahan hanya terjadi pada beberapa SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang dipecah sehingga memunculkan SKPD baru. Di antaranya adalah Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) yang dipecah menjadi Dishub dan Diskominfo.  Untuk Dishub, masih dikepalai oleh Ferry Djatmiko, sementara Diskominfo dikepalai oleh Haris Candra Purnama yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan.

Kemudian, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans)  dipecah menjadi Dinas Sosial yang dipimpin oleh Triyono Kutut yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BPM (Badan Penanaman Modal). Sedangkan untuk bagian Tenaga Kerja digabungkan dengan Dinas Koperasi dan UMKM yang tetap dipimpin oleh Kristianto. Selanjutnya, Dinas Pekerjaan Umum juga dipecah menjadi Dinas Pemukiman dan Perumahan yang dipimpin oleh Hadi Wahjono yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan, serta Dinas PU dan Penataan Ruang yang tetap dibawah pimpinan Kasenan.

Sementara, ada juga beberapa SKPD yang digabung menjadi satu, yakni Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri (DKP) yang kembali dilebur dengan Kantor Lingkungan Hidup sehingga menjadi Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup.  Yang kedua adalah Dinas Pertanian Kota Kediri disatukan dengan Kantor Ketahanan Pangan menjadi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Dua SKPD tersebut masih dipimpin oleh kepala sebelumnya.

Selain itu ada dua SKPD yang mengalami pergantian nama. Pertama, BPM berubah menjadi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, dikepalai oleh Mohammad Anang Kurniawan yang dikenal sebagai Manajer Persik Kediri. Dan kedua, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, dan Energi (Disperindagtamben) yang diperingkas menjadi hanya Dinas Perindustrian dan Perdagangan. (ela)