DPRD Trenggalek Bahas Ranperda APBD Ta 2020

Trenggalek, Koranmemo.com – Kalangan legislatif mulai membahas APBD tahun anggaran (Ta) 2020. Sesuai ketentuan, pembahasan Ranperda menjadi Perda itu harus rampung maksimal sebulan sebelum tutup tahun. Pembahasan saat ini memasuki tahap penyampaian nota penjelasan terhadap ranperda tentang APBD Kabupaten Trenggalek tahun anggaran 2020.

Ketua DPRD Trenggalek, Samsul Anam mengatakan, nota tersebut disampaikan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin melalui rapat paripurna di Graha Paripurna Kantor DPRD Trenggalek, Kamis (17/10). “Pembahasan APBD tahun anggaran 2020 oleh legislatif periode sebelumnya (2014-2019) memasuki tahap KUA-PPAS, kami lanjutkan hari ini,” ujarnya.

Perlu proses panjang hingga ranperda tentang APBD tahun anggaran 2020 tersebut dapat diundangkan. Nota yang disampaikan Mas Ipin tersebut, selanjutnya bakal ditanggapi oleh masing-masing fraksi. “Prosesnya panjang, fraksi menyampaikan pandangan umum, kemudian ditanggapi eksekutif (dan proses lain) sampai nanti diundangkan setelah persetujuan Gubernur,” imbuhnya.

Besaran APBD yang saat ini tengah dibahas dinilai tak sesuai ekspektasi. Terdapat perubahan suntikan anggaran dari pemerintah pusat. Saat pembahasan KUA-PPAS, legislatif berasumsi APBD tahun anggaran 2020 dapat diputuskan Rp 2 triliun. “Asumsi dari KUA-PPAS ada penurunan dana perimbangan Rp 145 miliar, kalau dibandingkan APBD tahun lalu menurun Rp 50 miliar,” kata dia.

Dia tak menampik kemungkinan adanya rasionalisasi kebijakan anggaran di Pemda akibat kebijakan pemerintah pusat tersebut. Namun rasionalisasi itu, lanjut Samsul Anam masih dalam pembahasan. “Bagaimanapun (hasilnya), sinergitas antara kebijakan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat harus bersinergi,” pungkasnya. (adv/DPRD Trenggalek)

Reporter Angga Prasetiya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date