DPRD Nilai Pemkab Ngawi Lamban Tangani Kasus Jebakan Tikus

Share this :

Ngawi, koranmemo.com – Kalangan DPRD Ngawi menyebut Pemerintah Kabupaten Ngawi lamban mencegah petani menggunakan jebakan tikus dialiri listrik.

Beberapa bulan terakhir, sudah tiga orang meregang nyawa gara-gara jebakan tikus ini. Namun, sampai saat ini belum ada kebijakan yang tegas.

Dewan mendesak Bupati Ngawi segera mengambil kebijakan menerbitkan regulasi larangan jebakan tikus beraliran listrik.

“Kebijakan tersebut salah satunya peraturan bupati (perbup) agar semuanya dapat diatur di dalamnya,” kata Ketua Komisi II DPRD Ngawi Siswanto, Senin (21/9).

Baca Juga: Ngantuk, Bus Sugeng Rahayu Nabrak Pohon, Sopir Terjepit

Sisi lain, dewan juga meminta Dinas Pertanian Ngawi pro aktif memberikan sosialisasi. Dan membentuk tim guna mendapatkan bahan regulasi larangan jebakan tikus.

“Di samping itu, petani itu bukan cuma diatur tetapi juga diberikan solusi penanganan hama tikus,” pungkasnya.

Korban tewas terakhir, yakni seorang pengendara sepeda motor bernama Agung Nafrul Rifai (24), warga Desa Kersoharjo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Baca Juga: Rapid Test di Stasiun Blitar Cukup Rp 85 Ribu

Ia ditemukan tewas area persawahan Desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, Ngawi, Sabtu (19/9) sekitar pukul 23.00 WIB.
Kematian korban diduga karena tersengat aliran listrik jebakan tikus yang dipasang di sawah.

“Benar ada laporan meninggal dunia di sawah diduga terkena jebakan tikus,” kata Kasat reskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Ananta Agung Pranata, Minggu (20/9).

Reporter: Juremi

Editor: Della Cahaya