DPRD Kota Malang Sahkan KUA-PPAS Tahun 2021

Share this :

Malang, koranmemo.com – DPRD Kota Malang resmi mengesahkan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Kota Malang tahun anggaran 2021. Pengesahan yang disetujui oleh 6 fraksi DPRD tersebut diresmikan di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (12/10).

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, menuturkan dengan melihat pendapat akhir fraksi DPRD Kota Malang secara resmi menyatakan menerima dan menyetujui KUA-PPAS APBD 2021. Kendati demikian, fraksi-fraksi telah memberikan catatan terkait pengesahan tersebut.

“Catatan KUA-PPAS kita kunci pada pembahasannya yang masih sangat dinamis. Kita lanjutkan nanti di pembahasan RAPBD nya,” ujarnya.

Menurut Made, selama Pemkot Malang tidak mengubah pagu indikatif tentang penambahan dan pengurangan anggaran, maka DPRD Kota Malang masih menerima. Karena DPRD Kota Malang masih memberikan catatan untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang.

Baca Juga: DPRD Trenggalek Dorong OPD Untuk melakukan Inovasi

“Kami memberikan cacatan untuk menaikkan PAD dari Rp 511 milyar menjadi Rp 650 milyar. Tetapi kemarin belum mencapai kesepakatan diangka pastinya,” tuturnya.

Lanjut Made, nilai dari PAD Kota Malang yang masih belum dapat dipastikan tersebut disebabkan karena Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih akan melakukan penghitungan ulang terkait dengan target-target yang ditentukan.

“Jika OPD mau menaikkan PAD nya maka belanja bisa berjalan dengan optimal. Seperti Malang Creative Centre (MCC) atau pembangunan lain yang lebih penting dapat dilaksanakan,” ujarnya.

Menurutnya, penganggaran pembangunan MCC dilakukan secara multi years atau penganggaran tahun jamak. Tahun 2021 DPRD Kota Malang menetapkan anggaran pembangunan MCC sebesar Rp 25 milyar dan di tahun 2022 sebesar Rp 75 milyar.

Baca Juga: Didemo Mahasiswa, DPRD Ponorogo Sepakat Tolak UU Cipta Kerja

Sementara itu prioritas pembangunan di tahun 2021 menurutnya, ada pembangunan 3 SMP. DPRD Kota Malang juga menetapkan untuk penambahan anggaran karena terdapat proses pembebasan lahan dan pembangunan jembatan untuk akses jalan menuju SMP.

“Rp 27,5 milyar itu kita anggarkan untuk pembangunan 3 SMP tersebut. Kemudian pembangunan yang lain seperti pelebaran-pelebaran jalan, jembatan Tlogomas-Tunggulwulung sudah kita anggarkan juga,” ujarnya.

Reporter: Mokhammad Sholeh

Editor: Della Cahaya