DP2KBP3A Kabupaten Kediri Berikan Layanan Untuk Warga Banyakan

Kediri, koranmemo.comDinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri, Rabu(17/7) pagi hingga siang hari menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB) untuk ibu-ibu akseptor KB di wilayah Banyakan khususya Desa Ngablak Kecamatan Banyakan.

Sebanyak 20 ibu-ibu diberikan layanan oleh petugas DP2KBP3A Kabupaten Kediri di Balai Desa Ngablak Kecamatan Banyakan. Kegiatan ini rutin untuk mencari akseptor baru di wilayah Kecamatan Banyakan. Adapun layanan KB yang diberikan adalah pemasangan Inplant dan IUD.

Plt Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri dr.Andadari mengatakan sebelum dilakukan pemasangan inplant dan IUD terlebih dulu ibu-ibu akseptor baru KB ini mendapatkan pengarahan dan pembinaan darin bidan atau petugas yang berpengalaman di bidangnya dari Puskesmas Tiron Kecamatan Banyakan.

Prosedurnya , akseptor baru ini  didaftar terlebih dulu untuk mendapatkan data secara benar bagi akseptor KB baru ini. Sebelum pemasangan inplant dan IUD ini, akseptor KB juga diperiksa kesehatanya yang meliputi tinggi badan,berat badan,lingkar pinggul dan periksa tensi. Ini untuk mengetahui apakah sebelumnya memiliki riwayat sakit yang pernah diderita akseptor KB baru.

Setelah selesai pemeriksaan secara teliti kemudian dilakukan pemasangan dua alat tersebut sesuai dengan akseptor KB baru. Kondisi fisik yang sehat,normal dan stabil memudahkan layanan bagi petugas untuk akseptor KB ini. Setelah selesai pemasangan kemudian diberi obat berupa Amoxilin 500 ml untuk anti biotik dan Asam Nefenamat 500 ml untuk anti nyeri.

“Ini upaya kami yang berkelanjutan memberikan pelayanan KB kepada masyarakat di Kabupaten Kediri. Dengan jarak kehamilan yang terjaga bisa memberikan rasa nyaman dalam keluarga. Nyaman mengatur ekonomi keluarga, nyaman membina rumah tangga, nyaman dalam mengelola anggaran dan nyaman mengawal anak dalam belajar,” jelasnya.

Ditambahkan dr Andadari,dua alat kontrasepsi  yang dipasang ini jika ibu ingin memiliki anak lagi bisa dilepas ,asal jarak kelahiran pertama dan selanjutnya jarak ideal 5 tahun. Dengan demikian program KB dua anak cukup akan lebih sukses dan menuju masyarakat Indonesia yang maju menghadapi era 4.0. (adv)

Reporter Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu