Door!! Residivis Kota Reog Tumbang

Tulungagung, koranmemo.com – Mikiyanto (30) warga Desa Muneng Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di betis kanannya pada Jumat (7/9) dini hari di warung kopi Kelurahan Sukorejo Kota Blitar. Pasalnya, residivis yang pernah lima kali masuk bui tersebut mencoba melarikan diri setelah ditangkap anggota Macan Agung, sebutan buser Polres Tulungagung.

Diduga tersangka mencuri sepeda motor merk Yamaha Vixion tanpa plat nomor (baru-red) dan dua ponsel merk Samsung J5 warna putih serta Samsung J2 warna krem milik Arik Santoso (34) warga Desa Purworejo Kecamatan Ngunut yang juga sebagai temannya.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Yamaha Vixion dan sebuah ponsel merk Samsung J2 warna krem, keduanya merupakan milik korban.

“Saat ini tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolres,” tegas Kasubbag Humas Polres Tulungagung Iptu Sumaji, Jum’at (7/9).

Dijelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari pengaduan korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Ngunut pada Rabu (29/8) silam. Korban melaporkan bahwa sepeda motor merk Yamaha Vixion yang diparkir di depan rumahnya telah hilang. Tak hanya itu, dua ponsel yang berada di atas meja tamu juga tidak ada di tempatnya.

“Mendapat laporan tersebut anggota Unitreskrim Polsek Ngunut dengan di backup anggota Macan Agung Polres Tulungagung langsung melakukan olah tkp dan penyelidikan,” kata Sumaji.

Hasilnya, menurut keterangan beberapa saksi diduga kuat pelaku pencurian tersebut adalah Mikiyanto atau teman korban sendiri yang saat itu sempat menginap di rumahnya beberapa hari. Hal tersebut dikuatkan dengan keterangan saksi mata yang mengetahui Mikiyanto mengambil dan membawa sepeda motor tersebut. “Pasca kejadian Mikiyanto juga menghilang,” ujarnya.

Saat dicek melalui data kepolisian lanjut Sumaji, ternyata Mikiyanto merupakan residivis yang pernah lima kali masuk bui dengan kasus pencurian dan penggelapan di Kabupaten Ponorogo. “Dari informasi yang kami peroleh, posisi Mikiyanto selalu berpindah-pindah,” terangnya.

Sumaji melanjutkan, pada Kamis (6/9) malam petugas mendapatkan informasi jika tersangka sedang berada di Kota Blitar. Tak mau kecolongan, petugas langsung mendatangi lokasi. Ternyata benar, saat itu tersangka sedang di sebuah warung di Kelurahan/Kecamatan Sukorejo beserta satu unit sepeda motor Yamaha Vixion milik korban. “Nah, saat tersangka kita gelandang ke Mapolres malah mencoba melarikan diri. Terpaksa kita lumpuhkan,” jelasnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku nekat mencuri sepeda motor tersebut karena dirinya tidak memiliki sepeda motor untuk alat transportasi. Karena sepeda motor yang digunakan bertamu ke rumah korban yakni Honda Vario mengalami tabrakan di Desa/Kecamatan Sumbergempol. Karena motor Honda Vario tersebut hasil curian, maka setelah tabrakan motor tersebut ditinggalkannya di bengkel.

“Sedangkan ponsel milik korban merk Samsung J5 telah dijual seharga Rp 700 ribu di dekat alun-alun Ponorogo, dan ponsel Samsung J2 masih dibawanya,” imbuhnya.

Masih menurut Sumaji, di Ponorogo tersangka juga sempat mengganti knalpot dan ban luar motor Vixion tersebut. Harapannya, setelah diganti polisi maupun korban tidak mengenali motor tersebut.

Adapun modus yang digunakan tersangka yakni setelah keluar penjara pada 18 Agustus silam, tersangka bertamu ke rumah teman-temannya. Namun tujuan bertamu tersebut untuk melakukan pencurian.

Termasuk mencuri dompet dan ponsel di Ponorogo, mencuri sepeda motor Honda Vario yang digunakan tabrakan di Sumbergempol, dan terakhir mencuri Yamaha Vixion dan dua ponsel.

Sumaji menambahkan, saat ini tersangka masih menjalani penyidikan. Petugas juga berupaya mengorek informasi apakah tersangka pernah melakukan kejahatan di lokasi lain.

“Tersangka akan dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter: Yoppy Sandra Wijaya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date