Doooor…! Residivis Tumbang

Trenggalek, koranmemo.com – Kastur Saputra (39) warga RT 06/RW 03 Desa Sebo Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek, seorang residivis dan terhitung sudah empat kali masuk penjara dengan kasus yang sama, yakni pencurian dengan pemberatan, dihadiahi timah panas karena berusaha kabur saat akan ditangkap.

Tersangka ditangkap petugas pada Jumat (12/1) lalu, lantaran telah melakukan tindak pidana pencurian di dua lokasi. Pertama di rumah Setu warga RT 12/ RW 02 Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak yang waktu kejadiannya pada Rabu 13 Desember 2017  dan di rumah milik Eko  Prayitno warga RT 36/RW 07 Desa Prigi Kecamatan Watulimo Trenggalek kejadiannya pada Rabu 27 Desember 2017.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S  melalui Kasatreskrim AKP Sumi Andana  membenarkan penangkapan tersebut. Tersangka adalah seorang residivis yang sering kali keluar masuk penjara dan terakhir keluar dari Lapas Trenggalek pada Juli 2017 dengan kasus yang sama.

“ Benar tersangka tindak pidana pencurian dengan pemberatan di dua TKP yang berbeda berhasil kami  ringkus. Tersangka seorang residivis, karena ketika akan di tangkap berusaha melarikan diri terpaksa di hadiahi timah panas pada kaki sebelah kiri oleh petugas,’’ jelas Andana.

Diungkapkan, modus pelaku ia masuk rumah dengan cara merusak atau mencongkel pintu menggunakan sabit, kemudian mengambil barang-barang berharga yang berada di dalam rumah korban.

Barang berharga yang diambil tersangka, lanjutnya, untuk TKP Watulimo di rumah Eko Prayitno berupa dua Handphone,  satu tabung gas LPG ukuran 3 kilogram dan uang tunai Rp 4 juta yang di simpan di dalam rumah korban dengan total kerugian material mencapai Rp 9 juta.

Sedangkan untuk TKP di rumah Setu warga Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak, tersangka mencuri cengkeh dan mrica dengan total kerugian material mencapai Rp 26 juta.

Dari pengakuan tersangka kepada penyidik, Hp hasil curiannya dijual kepada orang tak dikenal di wilayah Watulimo dan tabung gas LPG di jual di wilayah Pogalan juga kepada orang tak di kenal. Hasil penjualan barang-barang tersebut di pergunakan untuk foya-foya dan pesta miras.

“ Barang bukti yang berhasil diamankan petugas, berupa satu buah doshbook dan satu Hp. Sedangkan tersangka akan dijerat pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,’’ pungkas Andana.

Reporter; Suparni PB

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.