Dokter Palsukan Surat Nikah

Share this :

Jombang, Koran Memo – Sidang kasus dugaan penggunaan dokumen pernikahan palsu dengan terdakwa dr Dwi Prasetyo Agung Wicaksono warga asli Kabupaten Blitar yang juga pernah tinggal di Dusun / Desa Patuk Kecamatan Ngoro ini, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Kabupaten Jombang, Senin (16/11). Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ini berlangsung secara tertutup, dipimpin oleh hakim  Putut Tri Sunarko sebagai ketua majelis hakim.

Sidang kasus dugaan penggunaan dokumen pernikahan palsu yang digelar kemarin (agung/memo)
Sidang kasus dugaan penggunaan dokumen pernikahan palsu yang digelar kemarin (agung/memo)

Pengamatan Koran Memo, sidang yang berlangsung kurang dari 20 menit tersebut menghadirkan dua saksi, yakni Evi, seorang penjaga kos, serta Lutfi, sopir Rumah Sakit Airlangga Jombang, tempat terdakwa dulu pernah bekerja, yang juga diketahui berperan mengantarkan dokumen pernikahan yang diduga palsu, atas permintaan terdakwa.

“Saya hanya dimintai keterangan oleh majelis hakim dan Alhamdulillah saya bisa memberikan keterangan sesuai dengan yang saya tau,” kata Evi, ditemui diluar ruang sidang.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Muhamad Andy, mengatakan jika sidang berlangsung dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saki.” Sidang menghadirkan dua orang saksi. Kamis depan kami usahakan mendatangkan satu saksi lagi bernama Ayu yang diduga paham soal buku nikah terdakwa,” kata Andy.

Lebih lanjut Andy menjelaskan, dalam kasus ini, terdakwa dikenakan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen. “Terhadap terdakwa disangkakan pasal Pasal 263 KUHP tentang tindak pidana pemalsuan dokumen,” pungkasnya.

Kasus pemalsuan dokumen ini terbongkar setelah adanya penggrebekan yang dilakukan dr Dokter Brigita Okta Rosdiana (istri terdakwa), yang curiga sang suami memiliki wanita idaman lain (WIL). Aksi penggrebekan ini sendiri terjadi di sebuah tempat kos yang ada di Desa Kepanjeng Kecamatan Jombang, Jumat (28/11/2014) silam.

Ketika di grebek oleh istrinya bersama warga setempat serta aparat kepolisian setempat, terdakwa yang pernah berdinas di RS Airlangga Jombang dan saat ini pindah tugas di salah satu rumah sakit di Blitar ini, mampu menunjukkan dokumen pernikahan bersama WIL yang saat itu ketahuan bersama dengan terdakwa. Namun belakangan dokumen pernikahan yang disodorkan terdakwa ternyata palsu. Sejak itu pula kasus tersebut terus bergulir  dari penyidik kepolisian hingga masuk dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kabupaten Jombang. (ag)